Curi Motor di Pematang Sawah, Warga Jember dihakimi Massa

Purwanto (kaos hitam) bersama barang bukti motor hasil curiannya saat dibawa ke Mapolsek Karanggeneng. foto: istimewa

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Purwanto, (30), warga Desa Gelang, Kecamatan Sumber Baru, Jember, babak belur dihajar massa. Gara-garanya, dia terpergok mencuri motor S 6032 JB milik Ali Afandi (54), di area persawahan Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jum’at (10/7/2020).

“Tersangka melakukan pencurian sepeda motor di tanggul sawah milik korban,” kata Kapolsek Karanggeneng AKP Sunaryono.

Dia menjelaskan, korban memarkir motor di tanggul karena hendak menanam padi. Tak lama kemudian, korban melihat tersangka berjalan dari utara. Namun, dia membiarkan saat tersangka mendekati motornya. Ketika mesin motor dihidupkan, korban mendengar dan lantas meneriaki tersangka.

“Korban tak mengenalinya, akhirnya berteriak meminta tolong kepada warga yang ada di sekitarnya,” imbuh Sunaryono.

Baca:  Tersendat Beberapa Saat, Peserta UNBK di MTs. Sunan Drajat Sempat Was-was

Teriakan korban itu di dengar sejumlah petani, mereka secara beramai-ramai mengepung jalur pelarian tersangka. Motor itu akhirnya dibuang tersangka ke sawah dan tersangka melarikan diri. Namun, ada warga yang tetap mengejar dan menghadangnya, begitu tertangkap tersangka langsung diceburkan massa ke sawah dan dihakimi massa. Barang bukti yang diamankan dari kasus tersebut, motor S 6032 JB, dua kunci merk Honda, dua kunci ganda dan satu buah handphone.

Purwanto dihadapan petugas mengatakan, dirinya berasal dari Desa Geger, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Karena menikah dengan warga Jember, akhirnya KTP-nya ikut sang istri. Dia sejak Kamis (9/7/2020) sore nongkrong di warung kopi di Desa Geger.

Baca:  Harga Daging Sapi

Saat malam, dia ingin menjalankan niat jahatnya, mencuri motor di pematang sawah. “Kalau beraksi ya pada malam hari dengan jalan kaki ke sawah,” akunya.

Kamis malam, dia berjalan ke area persawahan. Namun tak menemukan motor yang diparkir hingga tengah malam, sehingga Purwanto memutuskan tidur di sawah. Saat bangun kemarin, dia tetap ingin mencari sasaran motor. Setelah, berjalan sekitar dua jam, Purwanto melihat motor korban. Kali pertama memasukkan kunci, tidak cocok dia mencoba kunci lain dan mesin berhasil dihidupkan dan motor dibawa kabur.

“Kalau malam hari dapat sepeda motor langsung tak jual ke Surabaya tepatnya di Pasar Loak dengan harga 1 juta melihat barangnya,” imbuhnya.

Baca:  Muncul Kabag Organisasi Pemkab Madiun Abal-Abal

Purwanto mengaku mencuri sejak tahun 2019 dengan sasarannya motor di sawah. Alasannya, lebih mudah mencurinya. Dia mengaku sudah sebelas kali menjual motor curian. Rinciannya, masing-masing 3 lokasi di Kecamatan Kalitengah dan Karanggeneng, 4 lokasi di Kecamatan Turi dan satu lagi di wilayah Kabupaten Gresik. (omdik/fer)