Airbus Bentuk Tim Nightjar,Tingkatkan Kapabilitas Industri Dirgantara Australia

Helikopter Airbus H145M
Helikopter Airbus H145M

BRISBANE, KANALINDONESIA.COM :  Airbus Helicopters bergabung dengan lebih dari 20 rekan di Australia untuk membentuk Tim Nightjar, sebuah konsorsium yang menawarkan solusi untuk proyek LAND 2097 Phase 4 milik pemerintah Australia. Di bawah proyek ini, pemerintah Australia tengah mencari sebuah armada helikopter untuk mendukung operasi khusus Angkatan Pertahanan Australia. . Sebuah proposal untuk menghasilkan keuntungan ekonomi hingga lebih dari 250 juta dolar Australia.

Tim Nightjar adalah gabungan dari para akademisi dan pihak-pihak yang unggul dari industri kedirgantaraan Australia, yang tersusun atas: Cablex, Cyborg Dynamics, Deakin University, DEWC, ECLIPS, Ferra Engineering, Helicopter Logistics, Helimods, Kinetic Fighting, Kratos Australia, Microflite, PREDICT Australia, QinetiQ Australia, Safran Helicopter Engines Australia, Seeing Machines, Sigma Bravo, Rusada, TAFE NSW, Tagai Management Consultants, Toll Helicopters, University of Technology Sydney, Varley Group dan Varley Rafael Australia.

Sebagai jawaban terhadap permintaan pemerintah Australia untuk helikopter multifungsi dalam kelas empat ton yang dapat dikerahkan dengan cepat untuk pasukan militer Australia, Tim Nightjar akan menawarkan sebuah armada helikopter Airbus H145, serta jaringan layanan pendukungnya yang ada di Australia.

“Kami menyadari pentingnya bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan Australia dalam program ini, mengingat berbagai kemampuan unik yang mereka tawarkan kepada pemerintah Australia. Berangkat dari komitmen yang sebelumnya telah kami jalin dengan industri kedirgantaraan Australia, Tim Nightjar akan fokus dalam berinovasi dan memberi dukungan kepada industri kedirgantaraan Australia,”kata Managing Director of Airbus Australia Pacific Andrew Mathewson.

Baca:  Pemindahan Jenazah Teroris

Menurutnya, sebagai konsorsium lokal, Tim Nightjar akan menyediakan pelatihan bertaraf dunia, mendukung partisipasi dari suku asli Australia dan memungkinkan adanya pembaruan desain serta implementasi yang cepat selama program tersebut berlangsung. Dengan komitmen yang jelas untuk berinvestasi terhadap inovasi yang dipimpin oleh Australia, proposal dari Tim Nightjar juga akan menghasilkan keuntungan ekonomi senilai lebih dari 250 juta dolar Australia dan menciptakan lebih dari 170 lapangan pekerjaan di Australia.

“Kami percaya kesempatan ini akan meningkatkan penawaran dari helikopter H145M, seraya menciptakan lapangan pekerjaan, memungkinkan terjadinya transfer teknologi dan juga kesempatan untuk ekspor. Pemerintah Australia tengah mencari helikopter yang telah terbukti, matang, dan dapat diandalkan, serta sistem pendukung yang kokoh. H145M yang kami tawarkan adalah anggota terbaru dari keluarga H145, yang telah mengantongi lebih dari 5,9 juta jam terbang, dengan lebih dari 1.400 unit yang tengah digunakan di ranah sipil, parapublik, dan militer. Keluarga H145 juga didukung dengan baik oleh jaringan global yang erat,” ujar Andrew.

Baca:  Presiden Angkat Isu Rakhine State di _Retreat_ KTT ASEAN

Ia menjelaskan, Helikopter mesin ganda ringan ini merupakan opsi yang terbukti secara operasional, terjangkau, dan juga berisiko rendah untuk Australia. Helikopter ini melengkapi helicopter MRH90 Taipan dengan mobilitas dan kesadaran situasional yang ditingkatkan untuk operasi khusus. Karena ukurannya yang kecil, H145M dapat beroperasi secara optimal di daerah perkotaan yang padat dan dapat dengan mudah dikerahkan ke medan lain menggunakan pesawat C-17A Globemaster.

“Helikopter H145M telah dicoba dan diuji, dan semakin populer bagi angkatan pertahanan berbagai negara karena harga dan performanya yang sangat baik, serta waktu pengirimannya yang singkat. Helikopter ini telah digunakan oleh pasukan militer Jerman, Hongaria, Luksemburg, Serbia dan Thailand. H145M saat ini mendukung peran operasi khusus dengan Angkatan Bersenjata Jerman (Bundeswehr) dengan kesiapan misi di atas 99 persen. Helikopter ini menghadirkan keamanan serta daya dan muatan yang unggul,”jelas Andrew.

Baca:  Puluhan Pucuk Senjata Berhasil Diperoleh Dari Ex-Combatan Kabege Kongo

Andrew  menambahkan, Airbus telah hadir selama lebih dari dua dekade di Australia, membangun kemampuan dan jaringan industri lokal yang luas untuk mendukung industri pertahanan dan penerbangan komersial negara tersebut. Dengan tim lokal yang kuat, Airbus mempekerjakan lebih dari 1.500 karyawan di 23 lokasi untuk pesawat dan helikopter sipil dan militer. Airbus sampai sekarang telah menyuntikkan lebih dari 1,7 miliar dolar Australia untuk industri dirgantaranya, termasuk investasi sebesar 100 juta dolar Australia dari proyek ARH Tiger dan MRH90.

“Burung pemangsa nokturnal terkecil di Australia, nightjar, memiliki karakteristik yang lincah, gesit karena ukurannya yang kecil, kemampuan kamuflase yang luar biasa, hening selagi terbang, dan memiliki mata yang tidak memantulkan cahaya. Burung nightjar biasanya berburu secara berpasangan dan menangkap mangsa menggunakan sayap, menggabungkan fungsi indera yang tinggi, kelincahan, kecepatan, kekuatan dan focus. Karakteristik yang sama dibutuhkan dalam untuk operasi khusus. Dengan tingkat kemiripan yang tinggi dengan helikopter Airbus H145M, burung nightjar Australia diadopsi sebagai inspirasi untuk menamai respons terhadap proyek LAND 2097 Phase 4 milik pemerintah Australia,”pungkasnya.@wn