Enam Kali dalam 2 Bulan Direndam Banjir, Warga mengaku sudah Terbiasa

kuswati dan bilik mengungsi yang dibuat warga antisipasi banjir musiman

KANALINDONESIA.COM. JOMBANG : Memang tidak bisa ditebak kapan musibah akan datang menghampiri manusia, karena musibah adalah kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Seperti halnya musibah banjir yang melanda warga Dusun Tempel, Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung Jombang Jawa Timur. Warga yang tiap tahunnya menjadi langganan bencana banjir, mengaku sudah terbiasa dengan bencana alam banjir yang dialaminya, meskipun diketahui hal ini diakibatkan luapan tiga sungai yang berada di kawasan tersebut. Ketiga sungai yang mengapit Desa Kademangan yakni Sungai Gunting, Sungai Catakbanteng dan Sungai Panjer.

Kuswati (38) yang merupakan salah satu warga Dusun Tempel, Desa Kademangan menuturkan, bahwa ditahun 2017 sudah enam kali banjir melanda Desanya, dan dirinya seakan sudah menjadi terbiasa dan bersahabat dengan bencana alam tersebut.

“Sudah terbiasa mas dengan kondisi seperti ini, dan setiap musim hujan pasti kena banjir,” unkap perempuan dua anak tersebut pada kanalindonesia.com.(26/02/2017).

Saat disinggung seperti apa, persiapannya menghadapi bencana banjir oleh pihaknya, nampaknya Kuswati sudah mempersiapkan langkah-langkah tersebut, dan sebagai bentuk antisipasi bencana banjir agar tidak merendam harta bendanya, Kuswati memodifikasi sedemikian rupa plafon rumah miliknya, agar dapat menampung barang-barang berharga, seperti peralatan elektronik, baju serta harta benda lainya.

“Jika tahu banjir datang maka semua benda berharga akan ditaruh diplafon itu mas, dan untuk dipan diberikan penyangga yang lebih tinggi agar tidak tergenang air,” tegasnya.

Walaupun sudah menjadi langganan banjir dalam setiap tahunnya, Kuswati mengaku enggan pindah dari dusun tempel, hal ini dikarenakan tidak ada tempat lain untuk pindah.

“Mau pindah kemana mas, wong dari kecil sudah disini,” cetusnya.

Kuswati menambahkan, bahwa pihaknya juga pernah mempunyai pengalaman mengerikan yang pernah dialaminya saat banjir pada tahun 2014, dimana banjir yang melanda Dusun tempel hingga ketinggian seatap rumanya, dirinya bersama keluarga harus mengungsi kebalai Desa Kademangan untuk menyelematkan diri.

“Semoga kejadian tersebut tidak terulang kembali,” pungkasnya.(elo)