Hendak Transaksi Sabu, Warga Jogodalu Benjeng Dicokok Satreskoba Polres Gresik

Tersangka saat diamankan di Polres Gresik(foto: dok kanalindonesia.com)

GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Tingginya angka peredaran narkotika di kota Santri masih melejit, rupanya hal ini menjadi sorotan khusus Satreskoba Polres Gresik untuk membasminya.

Hal ini terbukti dengan diamankanya S (39) warga asal Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik dan tinggal di Desa Sekargeneng, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik diamankan saat diduga akan melakukan transaksi jual beli narkotika jenis sabu di depan Warkop Suparman Jl. Sekargeneng Desa Kandangan, Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Minggu (12/07/2020) sekitar pukul 22.45 WIB.

Kasat Satresnarkoba Polres Gresik AKP Hery Kusnanto, menjelaskan penangkapan berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa terdapat pemuda yang gerak-geriknya mencurigakan.

“Saat kami tangkap, barang bukti ditemukan dalam bungkus rokok di saku baju depan sebelah kanan,” kata Kasatreskoba Polres Gresik AKP Heri Kusnanto, Selasa (14/07/2020).

Baca:  Ratusan Ibu-Ibu Korban Investasi Bodong Datangi Mapolres Lumajang

Dari tangan pelaku polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain, 1 botol plastik bekas yang berisi 14 potongan sedotan plastik yang masing-masing dililit isolasi bening dan didalamnya terdapat kristal putih diduga narkotika jenis sabu.

Dengan berat masing-masing kurang lebih 0,24 gram, 0,18 gram, 0,20 gram, 0,22 gram, 0,24 gram, 0,22 gram, 0,26 gram, 0,30 gram, 0,28 gram, 0,32 gram, 0,30 gram, 0,38 gram, 0,34 gram, 0,34 gram berikut bungkusnya, dan 1 potongan kertas pink yang dililit isolasi bening dan berisi 1 plastik klip berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu dengan berat timbang 0,72 gram berikut bungkusnya. Serta uang tunai hasil penjualan Rp. 12.400.000,- , 1 buah handphone dan 1 unit sepeda motor.

Baca:  Aksi Pungut Sampah Bupati Pamekasan, Wujudkan 2025 Pamekasan Bebas Sampah

“Tersangka kami jerat dengan pasal 114 ayat (1) Subsidair pasal 112 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” pungkasnya.(irw)