Jual Tanah Milik Almarhum Orang Tua Angkat, Polisi Tetapkan Edy Suswanto Jadi Tersangka

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kasus dugaan penggelapan asal usul tanah warisan telah memasuki babak baru. Kini Ditreskrimum Polda Jatim telah menetapkan Edy Suswanto yang sebelumnya berstatus saksi naik menjadi tersangka.

Penetapan tersebut berdasarkan adanya dari tanda bukti lapor Nomor TBL/1263/X/2018/UM/Jatim. Dimana pria yang merupakan warga Perum Siwalan Indah Menganti ini dilaporkan Prihowati selaku ahli waris.

Hal tersebut dibenarkan Zahlan Azwar selaku tim kuasa hukum pelapor (Prihowati) ini menjelaskan kasus ini bermula dari tersangka Edy Suswanto menjual salah satu aset waris berupa rumah di Kawasan Citraland Surabaya kepada seseorang asal Semarang, Jawa Tengah senilai Rp 3,5 miliar.

“Padahal aset (yang dijual tersangka) itu milik saudara kandung dari mendiang Gusti Hartono. Dalam perkawinannya dengan Suyati. Almarhum tidak memiliki seorang anak dan mengangkat sebagai anak, tapi dalam tahap jual beli tanah tersebut, bahwa tersangka menyebut sebagai anak kandung,” ungkap Zahlan kepada Kanalindonesia.com saat ditemui di kantornya Jalan Gayungsari Barat X Nomor 27 Surabaya, Rabu (15/7/2020).

Baca:  Plafon Puskesmas Kesamben Jebol, Dewan Minta Rekanan Diblacklist

Setelah Gusti Hartono dan Suyati meninggal dunia lanjut Zahlan, tersangka menguasai semua aset milik kedua mendiang dan mengambil semua dokumen. Diantaranya puluhan sertifikat tanah, pencairan deposito dan perhiasan. Jika ditotal perhiasan tersebut senilai Rp 100 miliar.

“Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Jatim, pada tanggal 2 Oktober 2018 silam dengan Pasal 277 KUHP tentang Penggelapan asal usul tanah dan pada 13 Mei 2019 lalu ditetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Saat ditanya mengenai kelanjutan kasus ini, menurut Zahlan bahwa berkas perkaranya telah bergulir di Kejati Jatim. “Informasi yang saya terima belum P21 karena ada petunjuk dari jaksa yang harus di penuhi penyidik,” imbuh Zahlan.

Baca:  Gerak Cepat Ambulance Perindo Ponorogo Tolong Korban Tabrak Lari

Ditengah proses penyidikan, terang Zahlan, tersangka sempat mengajukan praperadilan dan oleh Pengadilan Negeri Surabaya ditolak.

“Kita berharap tersangka Edy Suswanto segera diadili agar pelapor selaku ahli waris segera mendapatkan keadilan dan kepastian hukum serta harta ahli waris yang diambil tersangka dengan cara yang tidak benar dikembalikan ke ahli waris,” terangnya.

Sebelum kasus ini, Edy Suswanto juga pernah dilaporkan oleh ahli waris lainnya ke Polres Gresik pada 2015 lalu atas keterangan palsu pada dokumen asal usul akta kelahiran dan surat keterangan waris.

“Oleh Pengadilan Negeri Gresik divonis bebas dan kasasinya divonis 6 bulan penjara kemudian dieksekusi pada 2018,” ungkap Zahlan.

Sementara itu, Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Anggara Suryanagara membenarkan berkas perkara ini belum P21.

Baca:  Diduga Depresi Ditinggal Istri Merantau, Warga Ponorogo Ditemukan Meninggal Gantung diri

“Berkas perkaranya belum lengkap dan dikembalikan ke penyidik, karena menurut penuntut umum berkas perkaranya masih belum memenuhi syarat formil dan materil,” beber Anggara kepada Kanalindonesia.com.

Terkait masalah kelanjutan perkara ini, Anggara meminta agar ditanyakan ke penyidik.

“Karena ini ranahnya masih penyidikan, bagaimana perkembangannya silahkan tanya ke penyidik Polda Jatim,” tandasnya.

Selain melaporkan Edy Suswanto, dalam laporan tersebut pelapor juga melaporkan Nunung Sudarsih, ibu kandung dari Edy Suswanto.

Atas laporan tersebut, penyidik telah menetapkan Edy Suswanto sebagai tersangka, sedangkan status Nunung Sudarsih hingga saat ini masih menjadi saksi. Ady