Diduga Bunuh Diri, Pria Ngawi Ditemukan Tewas di Pinggir Rel Kereta Api

Tim medis mengevakuasi jenasah Rudiansyah

KANALINDONESIA.COM, NGAWI : Warga Ngawi dikejutkan dengan ditemukanya  Rudiansyah alias Darto (62) pria asal Dusun Ngadirejo, Desa Gemarang, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur, tewas di pinggir rel kereta api, Minggu pagi, (26/02/2017), sekitar pukul 06.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, menyebutkan jenasah korban kali pertama ditemukan oleh Nasir (60) seorang petani asal Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, tepatnya di kilometer 197+1 masuk Dusun Salak, Desa Gemarang.

“Dari keterangan saksi saat dirinya hendak ke sawah melihat ada orang yang dikiranya tidur didekat rel kereta api. Setelah didekati ternyata posisi orang yang dimaksudkan ini sudah meninggal dengan kondisi bersimbah darah beberapa bagian tubuhnya hancur,” terang Kapolsek Kedunggalar AKP Lilik Sulastri, Minggu (26/02/2017).

Jelasnya, begitu menerima laporan dia langsung menerjunkan petugas bersama tim medis ke lokasi kejadian. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap korban memakai jaket warna hitam bertuliskan Honda dipunggungnya dan bagian kepalanya hancur yang dimungkinkan terlindas kereta api yang melintas. Hanya saja waktu kejadianya secara persis belum diketahui masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengingat tidak satupun orang yang melihat.

“Kami masih melakukan penyelidikan secara intensif dan sangat dimungkinkan korban ini bunuh diri setelah ada keterangan dari pihak keluarganya. Disebutkan sebelum kejadian korban ini menitipkan barang-barangnya berikut handphone ke keluarga terdekat sambil berpesan jika subuh tidak kembali agar mencari disekitar rel kereta api,” jelas AKP Lilik Sulastri.

Terpisah, Hadi Santoso Kepala Desa (Kades) Gemarang menyatakan, sebenarnya korban baru menetap di Dusun Ngadirejo baru sekitar sebulan lalu dan menetap dirumah salah satu kerabat keluarganya. Disebutkan juga selama ini Rudiansyah sesuai KTP nya berdomisili di Desa Handil Bujur, Kecamatan Ali-Alih, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

“Setahu saya sebenarnya korban itu asli warga Dusun Ngadirejo hanya saja merantau dan punya keluarga di Banjar Kalimantan Selatan sana. Untuk masalah benar dan tidaknya mengenai bunuh diri saya sendiri kurang tahu,” pungkas Hadi Santoso. (dik)