SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Teknologi Internet of Things (IoT) yang berkembang pesat saat ini mempermudah aktivitas manusia dalam melakukan proses pengendalian dan pemantauan suatu perangkat.

Teknologi inilah yang melandasi mahasiswa prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik Untag Surabaya, Trio Bekti Imansah, yang mengimplementasikan IoT untuk memonitoring beban penggunaan daya listrik dan pengendalian perangkat elektronik.

Studi kasus yang dia pakai adalah penggunaan listrik di sebuah perusahaan. Trio merancang sebuah sistem yang dapat mempermudah pemantauan pemakaian data listrik secara realtime dan dapat dipantau menggunakan smartphone.

“Kadang sebuah perusahaan kurang memonitoring listrik, tidak tahu perangkat mana yang menghabiskan banyak daya, tiba-tiba tagihan pembayaran membengkak,” kata Trio saat diwawancara, Selasa (21/9/2021).

Dia mencontohkan, ketika karyawan perusahaan lupa mematikan perangkat elektronik seperti komputer maupun AC maka, menjadi salah satu alasan besarnya penggunaan daya listrik.

Sehingga melalui sistem berbasis website yang diciptakannya ini, Trio memudahkan pengguna untuk mengetahui hal tersebut.

“Dengan adanya sistem ini, kita jadi tahu. Ada notifikasi yang akan dikirim melalui aplikasi media sosial kalau ada perangkat yang masih menyala,” jelasnya.

Sistem yang dia buat juga berfungsi sebagai pengendali jarak jauh. “Kalau ada perangkat yang masih menyala, bisa dikendalikan langsung melalui sistem,” tutur Trio.

Kendati demikian, Trio menggunakan web config dibanding pembuatan aplikasi untuk sistemnya. Hal ini agar user tidak perlu menginstall karena dinilainya ribet dan tidak menghabiskan banyak memori di smartphonenya.

Sistem yang dia buat hanya membutuhkan internet sebagai konektivitas dengan aplikasi Node-RED dan aplikasi berjalan di web browser. Sehingga dapat diakses dari jarak jauh dan dari mana saja.

Dengan adanya sistem monitoring daya listrik, calon wisudawan Untag Surabaya periode Semester Genap 2020/2021 ini berharap mampu membuat efisiensi energi listrik di lingkungan perkantoran.

“Sudah bisa digunakan dan sukses diujicoba di perusahaan tempat saya bekerja. Namun kekurangannya masih butuh perubahan tampilan pada sistem web config-nya. Harus dipercantik lagi agar terlihat lebih menarik,” pungkasnya. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here