Kekeringan Melanda Sejumlah Desa di Ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Memasuki musim kemarau, sejumlah Desa yang berada di Kecamatan Balong dan Slahung, Kabupaten Ponorogo terancam kekeringan.

Sudah dua bulan lamanya Desa Pandak RT 2/ RW 1, Dusun Kates, Kecamatan Balong dan RT 2/ RW 3 Dusun Jenggring, Desa Duri, Kecamatan Slahung mengalami kekeringan.

Kejadian ini setiap tahun dialami oleh warga masyarakat bahkan sudah puluhan tahun seperti bisa dipastikan kekeringan dan belum ada solusi yang ditawarkan dari pemerintah untuk memutus kekeringan di wilayah ini.

Yuliana, salah satu warga RT 2/ RW 1 Dusun Kates, Desa Pandak mengaku,”sampai saat ini belum mendapatkan bantuan dari mana-mana Mas, kekeringan ini sudah sekitar dua bulan lamanya. Selama ini untuk kebutuhan air minum beli dari bawah yang lokasinya 2 kilometer dari sini Mas,”ucapnya.

Baca:  Kata Pengamat Jika Musda Demokrat Diundur Hasilnya Bisa Saja Tidak Alamiah

Dirinya berharap, minimal dua hari sekali mendapatkan bantuan air bersih agar bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari seperti untuk minum, cuci dan lain-lain.

Sementara itu, Sumanto (60) warga RT 2/ RW 3 Dusun Jenggring, Desa Duri mengatakan,”ya kalau pas kekurangan air itu mencarinya sampai dengan jauh ke lain dusun Mas, sampai dengan kurang lebih 3 Kilometer. Kadang-kadang ya sampai beli dengan memakai drum dan per drum harganya seratus ribu, sedangkan kalau beli dua drum seratus lima puluh ribu. Itupun hanya untuk yang mampu beli dan kemudian di simpan airnya Mas,”tuturnya.

Kepada kanalindonesia.com Sumanto menambahkan,”disini sebenarnya ada sumber mata air untuk sekitar 36 warga, akan tetapi juga habis dan hanya bisa diambil airnya ketika malam saja dan itupun hanya untuk sekedar kebutuhan minum saja. Sementara musim kemarau masih berjalan dua bulan Mas, dan tidak tau sampai kapan kemarau ini selesai,”kata Sumanto.

Baca:  Miseri Effendy: Sugiri Sancoko Masih Ada Peluang Terima Rekom dari Partai Demokrat, Asalkan ????

Dengan adanya kekeringan ini, dia bersama warga berharap segera ada bantuan dari pemerintah, sehingga bisa tercukupi untuk kebutuhan minum, mandi, cuci dan lainnya.

“Sampai dengan saat ini belum ada bantuan dari pihak manapun,”pungkas Sumanto.(am)