Jelang Peringatan Hari Bumi 22 April, YPAAI Siapkan Penanaman 13 Ribu Pohon

M. Ali Baharudin

KANAL INDONESIA.COM TUBAN : Dalam rangka menyambut peringatan hari bumi pada tanggal 22 April mendatang, Yayasan Pencinta Alam Acarina Indonesia (YPAAI), melakukan sejumlah persiapan. Rencananya dalam peringatan tersebut, YPAAI bersama Dandim 0811 Tuban, KPH Tuban, dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) akan melakukan penanaman pohon sebanyak 13 ribu pohon di pegunungan kapur yang terbentang diatas Kecamatan Rengel, tepatnya dipetak lahan 86 dan 87 seluas 13,3 Ha.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, bahwa di Kecamatan Rengel seringkali, dilanda banjir besar, baik yang didaerah kawasan selatan meliputi 6 Desa yakni, Desa Sawahan, Karangtinoto, Ngadirejo, Kanorejo, Tambakrejo, dan Sumberejo. Selain banjir besar sering juga Kecamatan Rengel dilanda banjir bandang yang turun dari pegunungan kapur utara. Terakhir banjir bandang cukup besar melanda di akhir tahun 2016 kemarin.

Saat disinggung soal tujuan dari kegiatan ini M. Ali Baharudin selaku pendiri YPAAI menuturkan bahwa,” Tujuan utama kegiatan ini adalah penyelamatan hutan dan gunung di Rengel. Karena kalau tidak segera diambil tindakan nyata maka top soil pegunungan kapur kita akan habis terbawa erosi, bisa jadi 20 sampai dengan 50 tahun yang akan datang pegunungan kapur utara rengel sudah tidak bisa ditanami lagi. Hal ini dapat kita ketahui melaui beberapa factor instrument yang menjadi bahan kajian kami, yakni diantaranya air yang turun dari pegunungan warnanya coklat dan penuh lumpur serta kerikil, artinya lahan kita sudah kritis dan daya serap airnya juga berkurang dikarenakan rusaknya permukaan tanah, karena gundul dan aktifitas penambangan, selanjutnya air hujan yang turun saat musim hujan, langsung meluncur kebawah, nah dari sejumlah indicator ini kita akan melakukan kegiatan tersebut, belum lagi ini merupakan tanggungjawab kita bersama bukan hanya KPH atau penggiat lingkungan saja, “ ungkapnya pada kanalindonesia.com.(28/02/2017)

Masih menurut Ali,” hal ini membuat kami prihatin. Dan kami berharap agar eksploitasi alam dilakukan dengan bijak dan seimbang. Jalankan sebagaimana aturan atau regulasi yang ada. Serta seemua ini bertujuan untuk penataan lingkungan yang baik. Saya yakin pemerintah Kab. Tuban juga arief dan bijaksana, akan tetapi jangan seolah-olah menutup mata dan tidak tahu yang terjadi dengan lingkungan kita,’ pungkasnya.(elo)