Polres Ngawi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi

salah satu pelaku pembuangan bayi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI :  Opsnal Satreskrim Polres Ngawi bersama Unit Reskrim Polsek Sine mengamankan pelaku pembuangan bayi di Dusun Ngemplak, Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, yang terjadi pada Sabtu 18 Februari 2017 lalu.

Ada tiga orang yang berhasil diamankan petugas terkait aksi kejam terhadap bayi tak berdosa berjenis kelamin perempuan tersebut.

Pelaku yang berhasil diciduk pertama kalinya oleh petugas berinisial Her (30) seorang pria dan Sri (32) perempuan asal Dusun Poh Bebek, Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, pada Senin malam, (27/02/2017), sekitar pukul 22.00 WIB.

Dari keterangan kedua orang ini, petugas malam itu juga langsung menangkap si pemilik bayi atau ibu kandung berinisial Rus (35) seorang buruh pabrik asal Dusun Winong, Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen, Jawa Tengah.

“Setelah melalui penyelidikan pelaku pembuangan bayi berhasil ditangkap setelah ada keterangan dari dua warga Ketanggung yang kita tangkap terlebih dahulu,” terang Kapolsek Sine AKP Slamet Suyanto, Selasa (28/02/2017).

Dijelaskan, sesuai pengakuan awal peran Her dan Sri hanya sebatas mengantarkan pelaku Rus membuang bayinya di saluran irigasi sawah disebelah bekas penggilingan padi dekat rumahnya. Selain itu disebutkan saat membuang bayi baru lahir tersebut Rus ditemani teman lelakinya berinisial Ipan alias Ipung (25) warga Dusun Pokoh, Desa Tunggul, Kecamatan Gondang, Sragen atau masih satu desa dengan Rus.

Hanya saja hingga kini AKP Slamet belum berani memastikan apakah bayi dibuang itu kondisinya masih hidup atau memang sudah meninggal termasuk motifnya. Demikian juga peran Ipan alias Ipung terhadap kasus pembuangan bayi itu sendiri.

“Saat ini kasus pembuangan bayi itu masih dikembangkan terus termasuk memburu Ipan alias Ipung yang belum ditangkap. Demikian juga pelaku yang sudah ditangkap masih diperiksa secara intensif di Mapolres Ngawi sehingga motifnya seperti apa dan bayi itu apakah hasil hubungan gelap atau tidak. Silahkan tunggu informasinya selanjutnya,” jelas AKP Slamet Suyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, penemuan bayi yang terbawa arus saluran irigasi sawah terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Sabtu siang pada 18 Februari 2017 lalu di Dusun Ngemplak, Desa Ketanggung, Kecamatan Sine. Saat itu Angga Aprilianto (20) bermaksud buang air besar disaluran air tersebut mendadak melihat ada sesosok bayi meninggal terbawa arus air dengan posisinya masih komplit tali pusarnya.(dik)