Klaim Jadi Kampung Binaanya, Warga Wringinanom Protes

GRESIK, KANALINDINESIA.COM : Artikel ” Selamat Datang Di Kampung Binaan Arwana” yang terpampang besar di pojok timur Simpang empat Desa Wringinanom Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik, Jawa Timur menuai protes dari warga setempat.

Letak strategis simpang empat yang ada di Desa Setempat memang selalu jadi incaran warga, karena menjadi jujugan orang dari berbagai wilayah desa dan kabupaten tetangga, mulai dari pedagang kaki lima ( PKL), banner promosi produk, hingga banner kandidat yang mengikuti kontestasi di Pilkada maupun Pilgub,Karena mudah tenar dan gampang di kenal.

Untuk kali ini,tulisan klaim besar tersebut tidak menempel pada banner yang bisa di pasang dan di lepas,namun, di
tempelkan secara permanen dengan di tancapkan pakai tiang besi yang di cor.

Baca:  3 Warung di Terminal Sumlaran Sukodadi Lamongan Ludes Terbakar

Klaim tulisan kampung binaan tersebut di nilai tidak relevan dengan kedaan yang riil dan menuai protes dari warga setempat.Terkesan mencari sensasi dan mengada-ada.

Hal ini sejalan dengan penyampaian ketua pemuda Wringinanom, menurutnya, kalau pun Arwana jadi kampung pembina di Wringinanom,bergerak di bidang apa ?,sejauh ini belum ada laporan dari warga,kampung binaan dari Arwana.Kalau pengobatan gratis,memang ada.

“Alih-alih membimbing warga untuk berenterpreuner,warga kita masukan permohonan kerja aja masih banyak di pertimbangan.”ujarnya, sayang namanya enggan di sebutkan.

Adanya artikel yang mengatasnamakan Sebuah merek produk tersebut di duga ada sebuah kepentingan,pihak Pemerintah Desa Wringinanom pun bersikap karena desakan dari warga, terkait klaim dari pabrik keramik tersebut,pada Rabu 05/08/2020, pihak Pemdes mengumpulkan semua unsur lembaga desa untuk duduk bersama demi solusi.

Baca:  Kapolres Gresik Pimpin Sertijab Dua Pejabat Utama Polres Gresik

Alhasil,dari pertemuan tersebut tercetus,warga tidak terima dengan adanya artikel tersebut, Lantaran selama ini dari pihak yang mengklaim belum pernah melakukan pembinaan di bidang apapun.Kalau pengobatan gratis ada,tapi hanya di sebagian dusun.

“Selama ini sih kita sebagai warga Wringinanom belum pernah di kasih pembinaan di bidang apapun, Kita mendaftar pekerjaan aja sulit,”ujar Eko warga setempat,saat menghadiri pertemuan di kantor Desa.

Di dalam forum,nyeletuk lontaran kata dari warga, bahwa pabrik tersebut kerap menggunakan fasilitas umum untuk truk yang bongkar-muat di pabrik, kendati sudah sering di ingatkan, namun masih saja fenomena yang menyebalkan ini terjadi.Seakan tak pernah di hiraukan.

“Padahal di depan pabrik itu sering terjadi kecelakaan, dugaan sementara penyebabnya akibat truk yang parkir kanan-kiri tak beraturan di sepanjang jalan provinsi itu,”tandas salah satu warga, dengan nada kesal.

Baca:  Belajar Seni Budaya Lewat Batik Tulis

Sementara itu,kepala Desa Wringinanom Yoko menyampaikan kalau sebelumnya, pihak Arwana pernah mengajukan ijin terkait pembuatan taman di sisi kiri dan kanan simpang empat tersebut, namun, realitanya tampak pembangunan taman itu di bubuhi dengan tulisan “Selamat Datang Di Kampung Binaan Arwana”.

” Pihak manajemen Arwana beberapa waktu yang lalu pernah memberitahu Desa kalau mau bikin taman di perempatan, kalau masalah tulisan tidak ada pemberitahuanya,”pungkas Yoko di tengah tokoh masyarakat dan ketua Lembaga dalam forum mencari solusi.(Irw)