Industri Smartphone & YLKI Apresiasi Bea Cukai Tangkap Pengedar HP BM

Contoh nomor IMEI yang terdapat pada smartphone resmi dijual di Indonesia.

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Industri dan pelaku bisnis smartphone bersama Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi langkah Bea Cukai dalam menangkap pengedar handphone black market (HP BM) pada tanggal 23 Juli 2020 yang dilakukan oleh Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jakarta.

Pelaku dijerat dengan pelanggaran pasal 103 huruf d Undang-undang No. 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan. Disebutkan dalam operasi tersebut ditemukan barang bukti berupa 190 handphone bekas berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sejumlah Rp 61.300.000.

Selain itu, juga diserahkan harta kekayaan/penghasilan tersangka yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara (Dhanapala Recovery) yang terdiri dari uang tunai senilai Rp 500juta, rumah senilai Rp 1,15 milyar, dan rekening bank senilai Rp 50juta.

“Penyerahan barang bukti dan tersangka tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Bea Cukai untuk melindungi masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal serta mengamankan penerimaan negara. Ke depannya, Kanwil Bea Cukai Jakarta akan terus berusaha melindungi industri dalam negeri sehingga penerimaan negara dapat optimal,” ungkap @bckanwiljakarta, IG resmi bea cukai wilayah Jakarta, Rabu (5/8/2020).

Baca:  Akun Instagram @Sepedalistrik_id Jual Sepeda Listrik Bodong

Menanggapi hal tersebut, Andi Gusena, Direktur Marketing Advan mengatakan mendukung langkah pihak Bea Cukai untuk memberantas peredaran HP BM. “Kami berharap ini menjadi langkah awal sebagai langkah untuk menstop smartphone black market,” ungkap Andi Gusena,

Sementara itu, CEO Mito, Hansen berharap langkah Bea Cukai tidak berhenti di situ, juga mendorong agar para pelaku lainnya ditertibkan untuk membuat ekosistem Industri lebih kondusif.

“Langkah Bea Cukai kami pandang sangat positif sebagai langkah strategis dan menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar serius memberantas peredaran handphone black market. Ini kami pandang selaras dengan kebijakan aturan validasi IMEI,” katanya.

“Sebagai produsen nasional, tentunya kami berharap pula agar pemerintah terus melakukan operasi yustisi untuk memeorsempit gerakan para pengedar HP BM yang merugikan  negara dan konsumen,” imbuh Hansen.

Sebagaimana diketahui aturan validasi IMEI yang mengatur pemblokiran smartphone black market sudah diterapkan sejak 18 April 2020 lalu. Kendati sudah diterapkan, peredarannya masih marak di pasar dan masih mendapatkan layanan operator selular.

Baca:  YLKI Himbau Calon Jamaah Umrah "Jangan Pilih Biro Perjalanan Bermasalah"

“Di tengah masih belum optimalnya software validasi IMEI, kami kira langkah Bea Cukai sudah tepat,” ungkap Hansen.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah membentuk Gugus Tugas pengelolaan sementara central equipment Identity register dalam rangka implementasi pengendalian IMEI.

Ditambahkan oleh Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail menyatakan bahwa SK pengangkatan Satuan Tugas tersebut sudah ditandatangani oleh kedua kementerian dalam hal ini Dirjen ILMATE, Kementerian Perindustrin dan Dirjen SDPPI Kementerin Kominfo.

Adapun salah satu poin penting perjanjian kerjasama tersebut terkait hibah CEIR. Untuk kegiatan transfer data IMEI ke CIER dari PUSDATIN, Pengoperasian dan pengendalian IMEI dalam pengawasan bersama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kominfo dalam bentuk Gugus Tugas.

Sementara ini sistem akan dijalankan secara cloud computing untuk sementara waktu dikarenakan perangkat fisik untuk memasang system CEIR masih dalam proses.
Diharapkan dengan adanya Gugus Tugas tersebut bisa terjadi sinergisasi kinerja untuk mengoptimalkan pengendalian IMEI.

Baca:  Gong, Aturan Validasi IMEI Diberlakukan 18 April 2020

Terakhir, Ketua YLKI, Tulus Abadi menilai dengan telah terbentuknya Gugus Tugas tersebut, diharapkan benar-benar bisa mengerem peredaran HP BM di masa transisi antara cloud computing ke perangkat fisik CEIR.

“Kami berharap Gusus Tugas bekerja secara efektif. Karena beberapa waktu lalu handphone black market masih bisa nyala dan dapat layanan selular. Selain itu operasi yustisi yang dilakukan pihak Bea Cukai pun harus terus digalakan dan benar-benar menyentuh para pelaku bisnis handphone gelap. Jangan sampai ada kesan tebang pilih. Hajar semua para pelakuya karena merugikan konsumen dan negara,” ucap geram Tulus.

Tulus masih menunggu kiprah Bea Cukai lebih agresif dalam memberantas para pelaku handphone black market.

“Saya yakin mereka sudah punya datanya. Beberapa waktu lalu juga marak penjulannya di e-commerce. Kalau tidak salah dengar, kemarin yang ditangkap oleh Bea Cukai sekarang menjadi tahanan kota. Kami akan terus pantau progres penanganan para pelaku bisnis handphone black maket agar jangan sampai lolos begitu saja,” tutup Tulus. @Rudi