Diduga Hasil Hugel, Bayi Dibungkus Kardus Minyak Goreng Dibawah Pohon Kormis Ditemukan Warga

Penemuan bayi yang tengah dilakukan pemeriksaan kesehatannya di Puskesmas Kadur (Foto Dok. Kanalindonesia.com).

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Diduga hasil hubungan gelap (Hugel), bayi di bungkus dengan kaos kuning dan kain kafan dalam kardus minyak goreng yang sengaja dibuang di pinggir jalan oleh oknom yang takbertanggung jawab, ditemukan oleh Sainol Abidin, seorang warga Dusun Sakaduk Barat, Desa Pungberuh, Kecamatan Kadur yang hendak ke rumah mertuanya di Pademawu.

Bayi malang berjenis kelamin perempuan seberat 8 Ons itu, ditemukan oleh Sainol di bawah pohon kornis dipinggir jalan Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Madura Kamis siang (06/08/20) sekira Jam : 14 .30 Wib.

“Saya menemukan bayi itu ketika hendak mau kerumah mertua di Kecamatan Pademawu melewati jl. Desa Bunder yang pada saat itu juga saya curiga terhadap muda-mudi pengendara motor N-max yang membawa kardus dan langsung meninggalkannya di pinggir jalan di bawah pohon kormist,” kata Sainol Abidin, memberikan keterngannya kepada warga di sebuah puskesmas rujukan bayi.

Baca:  Ribuan Pengunjung Semarakkan Festival Buah di Desa Latukan Lamongan

Sesaat setelah membuka kardus yang kaget karena berisi bayi tersebut, sainol kemudian menelpon keponakan saya, Sapik (30) warga Desa Tanjung, Pademawu.
Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke rumahnya di Desa Bungberuh untuk kemudian melaporkan hal tersebut ke Polsek Kadur.

Kapolsek Kadur AKP M Taraun membenarkan penemuan bayi perempuan di dalam kardus tersebut.

“Bayi perempuan itu memang ditemukan Sainol warga Desa Bungberuh yang akan ke rumah mertuanya di Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu,” jelasnya.

Selanjutnya, Unit Reskrim Polsek Kadur bersama Kades Bungbaruh membawa dan memeriksakan bayi yang baru ditemukan tersebut ke Puskesmas Kadur untuk dilakukan pemeriksaan kondisi kesehatannya.

Kasus inipun, kini dalam penanganan Polsek Kadur untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.*(Nang/Ifa/Red).

Baca:  Tak Ada Di UU Maupun Peraturan Pemerintah, Fungsi Kartu Kuning Terabaikan