Enam Kurir Sabu 3 Kilogram Dibekuk Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM:  Kasus peredaran narkoba di sejumlah kota besar kian menjamur bahkan sampai melibatkan anggota Polri untuk melancarkan aksinya. Salah satunya kasus yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Kasus peredaran yang diungkap kali ini melibatkan dua oknum polisi. Mereka adalah Rizky (34), oknum polisi yang bertugas di Bangkalan, Madura dan Agus (36), oknum polisi di Magetan. Dua anggota Polri yang masih aktif di Polres jajaran Polda Jatim ini terpaksa dihadiahi timah panas.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian menjelaskan kedua oknum polisi ini ditangkap bersama empat kurir sabu lainnya. Dimana barang bukti yang disita dari tangan para pelaku ialah narkotika jenis sabu seberat 3,06 kilogram yang terbungkus dalam kemasan teh china warna hijau dan 7 butir pil ekstasi.

“Selain empat kurir sabu, kita juga menangkap kuda. Kudanya adalah oknum anggota (Polri). Karena melawan petugas dan membahayakan masyarakat, maka kita lakukan tindakan tegas. Seperti diketahui, narkoba tidak mengenal jabatan. Seperti komitmen kita dalam memberantas narkoba, jadi siapapun itu, kita tidak mengenal jabatannya apa, tetap kita akan melakukan pemberantasan narkotika,” tegas Memo dikutip Kanalindonesia.com saat gelar rilis di Mapolrestabes Surabaya, Jum’at (7/8/2020).

Baca:  Naik Bus Suroboyo Bayar Sampah

Sementara empat kurir itu diketahui bernama M. Ficky (28), warga Jalan Demak Surabaya, Fitria (21), warga Jalan Kedinding Surabaya, Zaidan (18), warga Jalan Taman Irawati Surabaya dan Latifah (27) warga asal Jalan Tenggumung Surabaya.

Menurut Memo, kasus yang diungkap Unit Idik I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya yang dipimpin Kanit AKP Raden Dwi Kennardi ini diawali dengan menangkap pelaku Ficky, Zaidan dan Fitria di sebuah rumah berlokasi di Jalan Demak, pada Selasa (21/7/2020) malam.

“Disana kita menemukan satu poket berisi 40 gram sabu dan 7 butir pil ekstasi warna hijau. Setelah di interogasi tim kita, mereka (Ficky, Zaidan dan Fitria) mengaku bahwa sebelum diamankan tiga pelaku tersebut sebelumnya telah menerima 14 kilogram sabu dan 500 butir pil ekstasi yang dikirim oleh pelaku bernama Ficky pada 16 Juli lalu,” kata Memo didampingi Kasubag Humas, AKP M. Akhiyar.

Baca:  Apes, Habis Nenggak Pil Motor Ditinggal di Jalan

Barang haram itu masih lanjut Memo, dikirim pelaku Ficky dengan menggunakan ojek online ke tujuan penerima, yakni Latifa alias Rara dan Rizky. Dari pengakuan pelaku, bahwa kiriman itu atas perintah HR (suami Fitria).

“Selanjutnya kami melakukan penangkapan terhadap pelaku Latifa alias Rara dan kekasihnya Rizky yang merupakan oknum anggota (Polri) di rumah kos Jalan Tambak Segaran,” imbuh Memo.

Dari keterangan pelaku Rara dan Rizky, keduanya mengaku sabu yang dikirimkan pelaku Ficky tersebut disimpan di rumah kos Jalan Ploso Bogen, Tambaksari Surabaya.

“Ternyata benar, saat digeledah kita menemukan yang mana diketahui dari keterangan mereka jika barang tersebut merupakan sisa. Total barang yang dikirim Ficky sudah diedarkan,” tandasnya.

Baca:  Diduga Tersengat Listrik, Seorang Perempuan di Lamongan Ini Ditemukan Tewas di Belakang Rumahnya

Pengembangan terus dilakukan polisi, alhasil kata Memo kembali menemukan petunjuk baru jika pelaku Rizky juga bekerjasama dengan oknum polisi lain. Pelaku baru itu ialah Agus, oknum polisi aktif di Magetan. Dia diamankan di rumahnya Ponorogo, pada Kamis (26/7/2020) malam.

“Kami juga amankan sepucuk airsoftgun, sepucuk senjata angin (sengin), badik dan parang. Barang itu kami sita dari rumah tersangka Ficky,” papar Memo.

Keenam pelaku dikenakan pasal berbeda, seperti Ficky dan Fitria dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1 dan Pasal 112 ayat 2, untuk pelaku Latifa dengan Rizky dikenakan Pasal 114 ayat 2 Jo. Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Jo. Pasal 133 ayat 1.

“Sedangkan pelaku Agus ini kita jerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 113 ayat 2 tentang Narkotika. Ancaman hukuman pidana minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati,” pungkas Memo. Ady