Setelah Bandar Narkoba Jaringan Lapas di Surabaya Baru Keluar Penjara Ditembak Mati, 4 Komplotan Lain Diamankan

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddison Isir merilis kasus narkoba yang diungkap anggota Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, dengan memberikan tindakan tegas secara terukur (tembak mati) terhadap seorang bandar asal Surabaya, Minggu (9/8/2020) malam.

“Bandar sabu bernama Vicky Erdianto, usia 25 tahun, beralamat di Jalan Wonokromo, Surabaya ini merupakan residivis dengan kasus yang sama (narkoba) dan pernah di mendekam di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pamekasan, Jawa Timur. Dia baru keluar pada Februari 2020 lalu,” ujar Isir saat merilis kasus ini di Mapolrestabes Surabaya, Senin (10/8).

Selain bandar (ditembak mati), polisi juga membekuk empat pelaku lainnya. Mereka adalah AA (23), VV (20), JR (23) dan DM, keempatnya warga asal Surabaya.

Baca:  Kapolres Ponorogo Sidak Pos Pam dan Pos Yan Tengah Malam

“Setelah sampai di tempat penyimpanan narkoba yang disebut sebagai safe house di kawasan Porong, Sidoarjo, pelaku mengeluarkan senjata api jenis revolver sehingga kami lakukan tindakan tegas dengan melepaskan tembakan terukur ke arah pelaku hingga tewas,” ungkapnya.

Dari tangan para pelaku komplotan pengedar narkoba tersebut, polisi menyita barang bukti seberat 2 kilogram sabu.

“Kemasan untuk pembungkus sabu-sabu ini teh warna hijau dari negara China. Biasanya beredar melalui Malaysia, lalu masuk ke Indonesia melalui Sumatera dan kemudian ke Pulau Jawa hingga ke Surabaya,” kata Kombes Pol Jhonny didampingi Kasat Resnarkoba AKBP Memo Ardian dan Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Akhyar.

Polisi mengenakan perbuatan para pelaku dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Ady)

Baca:  Ansor Karanggeneng Lamongan, Bagi Ta'jil Kepada Pengguna Jalan