Sidang Perdana Aduan Warga Mlarak ke Kanwil Kemenkumham Yogyakarta, Penasehat Hukum:  Warga Ditipu Notaris dan PT. GGS

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Warga Desa/ Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo kembali menggeruduk Kanwil Kemenkumham Yogyakarta untuk mengahadiri sidang pertama atas aduan warga Desa/ Kecamatan Mlarak tentang notaris yang melampaui batas kewenangan wilayah kerjanya serta menuntut keadilan atas jual beli tanah yang tidak ada kejelasannya selama tiga tahun lamanya, Jum’at(14/08/2020).

Dalam menggeruduk kantor Kanwil Kemenkumham Yogyakarta ini, warga tidak sendirian, namun didampingi oleh Penasehat Hukumnya Suryo Alam beserta rekan, perwakilan dari kecamatan dan juga perwakilan dari Polsek Mlarak.

Penasehat Hukum warga Mlarak, Suryo Alam beserta rekan menyampaikan kepada wartawan yang diwakili oleh Didik Haryanto mengatakan,”pada prinsipnya apa yang telah kita adukan ini, oleh notaris Budi Untung dari Jogjakarta yang membuat perikatan tentang jual beli tanah di Desa Mlarak diingkari. Jadi notaris, dalam hal ini mengakui bahwa dia telah membuat perikatan jual beli, dan warga dinyatakan kalau warga sendiri yang datang ke Jogja. Padahal warga sesuai dengan pengakuan dan fakta tidak pernah datang ke Jogja atau ke notaris Budi Untung, dan yang benar adalah staff notaris yang datang ke Ponorogo untuk memproses itu semua. Sehingga dalam hal ini pengingkaran dalam suatu jabatan ini adalah hukum, kami berbicara dalam kontek hukum,” terangnya.

Baca:  Polres Madiun Tangkap Komplotan Penggelapan Kamera

Didik menambahkan,” jadi ikatan jual beli, kuasa menjual itu semua diingkari oleh para teradu, dalam hal ini adalah notaris. Dan staff notaris yang datang ke Ponorogo itu juga tidak pernah memperkenalkan diri, dia hanya atas tunjukan PT. Global Sekawan Sejati menunjuk notaris Budi Untung untuk melakukan proses jual beli. Dalam hal ini tidak sesuai dengan sumpah jabatan seorang pejabat notaris. Terkait dengan kasus ini, kalau bisa diselesaikan secara perdata atau kekeluargaan ya akan kita selesaikan secara perdata ataupun kekeluargaan, akan tetapi kalau tidak bisa ya kita tempuh secara pidana. Sementara ini nanti kita tunggu hasil pemeriksaan dan kita tunggu dari hasil rekomendasi dari Majelis Pengawas Daerah Kanwil Kemenkumham Yogyakarta, dan tentunya ini berjenjang dan tidak menuntut kemungkinan kita akan datang kembali ke sini lagi dalam rangka pemeriksaan dari Dewan Pengawas Notaris Wilayah,” jelas Didik.

Baca:  Universitas Islam Lamongan (Unisla) Wisuda 1.056 Mahasiswanya

Sementara itu Kepala Desa Mlarak, Boiran menuturkan,” hari ini kami menghadiri sidang Kanwil Kemenkumham ini, dan Alhamdullilah semua sudah mendengar dan semua juga sudah diakui bahwa apa yang dilakukan oleh notaris Budi Untung itu semua tidak benar. Ternyata disitu ada enam orang warga kami yang pernah menghadap ke notaris Budi Untung dan ternyata tidak pernah menghadap. Saya selaku kepala desa berharap kepada semua warga saya untuk sabar, karena masalah ini adalah masalah kita bersama dan masalah ini harus segera kita selesaikan dan juga sudah menunjuk Penasehat Hukum Pak Suryo beserta rekan, dan akan kita percayakan kepada beliau untuk diselesaikan semuanya. Dan ternyata warga kami tidak pernah menemui atau menghadap ke notaris Budi Untung di Yogyakarta dan baru pada persidangan ini kami semua tahu namanya notaris Budi Untung. Semua itu tidak benar terkait warga kami yang pernah menghadap notaris ke Yogyakarta itu,” tutur Boiran.

Baca:  ASN Ponorogo PDP COVID -19 Meninggal

Setelah selesai persidangan, notaris Budi Untung tidak lebih banyak bungkam dan tidak berkenan diwawancarai. Dirinya hanya mengatakan,” saya tidak mau koment Mas dan tidak mau menanggapi semua pertanyaan wartawan,”pungkasnya. (Amar)