Keluarga Nadhir Bin Ikhwan Berusaha Semaksimal Mungkin untuk Mendapat Keadilan

MOJOKERTO, KANALINDONESIA.COM: Perjuangan keluarga tersangka melalui pengacaranya Nata Saeha Saputra, melawan Satreskrim Polres Mojokerto dalam sidang praperadilan, terkait dugaan makanan kemasan tak berlebel memasuki babak baru, yakni dengan agenda penyerahan berkas kesimpulan oleh masing-masing kuasa hukum, untuk selanjutanya memasuki sidang putusan yang akan digelar pada Selasa (18/08/2020) mendatang.

Di agenda sidang dalam tahap penyerahan kesimpulan, kuasa hukum pemohon membacakan sekitar  11 halaman, Jum’at(11/08/2020) kemarin.

Menurut Nata Saeha Saputra , penelusuran tim kuasa hukum pemohon terdapat banyak kejanggalan, mulai dari penggeledahan, penyitaan serta penjemputan yang dilakukan oleh anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mojokerto.

Termasuk dalam mendatangkan 3 saksi ahli, ketiga orang yang dihadirkan dalam persidangan ini, tidak mempunyai basic dalam hal makanan.

Baca:  Perindo Kota Mojokerto Mulus Verifikasi Faktual

“Karena ketiga orang saksi ahli, yang dihadirkan tidak sesuai dengan materi sidang  yang dibutuhkan, hal ini berdasar pada website resmi Kemendikbud tahun 2020 tidak ditemukanya nama ketiga orang tersebut sebagai dosen ataupun mahasiswa,”ujar Nata.

Lebih lanjut dikatakan Nata,”dari banyak hal yang kita temukan, beberapa dokumen yang menurut kami kurang pas keabsahanya, mulai dari Surat Perintah dari Penyidik(Sprint) penggeledahan, penyitaan dan penjemputan saudara Nadhir bin Ikhwan, termasuk pengiriman sample coklat ke laboratorium, untuk diuji kelayakanya, dimana saat terjadi penyitaan coklat dan pengiriman sample ke laboratorium selisih 14 hari, tidak langsung dikirim pada hari yang bersamaan,”tegas Nata.

Dalam pembacaan lanjutan berkas kesimpulan, pengacara Nadhir bin Ikwan menyampaikan sekitar ada 10 poin, pengajuan kepada  majelis hakim PN Mojokerto untuk mengabulkan seluruh permintaan kuasa hukum pemohon, agar klienya terbebas dari jeratan hokum dengan dasar terlampir. Namun, lagi-lagi pengacara termohon menolak semua dalil-dalil yang telah dilontarkanya, dengan acuan Nadhir bin Ikhwan sudah disidangkan dalam sidang pokok perkara beberapa waktu lalu.

Baca:  Polres Gresik Gelar Patroli Sahur

Bahkan, pengacara termohon menyampaikan kalau semua dalil dan pengajuan pemohon adalah salah alamat.

“Kalau pokok perkara sudah dilimpahkan di Kejari harusnya kuasa hukum pemohon menyertakan jaksa penuntut umum,”ujar kompol Wayan pengacara termohon.

Rangkaian sidang praperadilan digelar dari pukul 13.30 WIB sampai selasai, oleh Majelis Hakim PN Mojokerto ditutup dan akan dilanjutkan sidang praperadilan lanjutan pada Selasa (18/08/2020) mendatang dengan agenda sidang putusan.(Irw)