Hadapi Bulan Muharam 1442, Polres Ponorogo Apel Gelar Pasukan

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Polres Ponorogo menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka pengamanan dan kesiapsiagaan kegiatan masyarakat di Bulan Muharam 1442 dalam masa pandemi COVID-19 di depan paseban Jalan Alun-Alun Utara, Ponorogo, Rabu (19/08/2020) sore.

Apel kesiapsiagaan digelar dalam rangka persiapan pengamanan dan antisipasi di Bulan Muharram di Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu kegiatan dalam tahapan proses manajerial yang harus dilaksanakan pada setiap kegiatan pengamanan dalam rangka mengecek kesiapan personel pengamanan dan kelengkapannya sebelum diterjunkan ke lapangan.

“Melalui apel ini diharapkan, seluruh inkait, baik TNI, Polri, Dishub, Satpol PP dan seluruh peserta apel sekalian, mampu melaksanakan tupoksinya masing – masing dan bertanggung jawab serta saling bekerja sama bahu membahu untuk menciptakan situasi kamtibmas di Kabupaten Ponorogo yang aman damai dan sejuk,”ucap Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis.

Apel diikuti 2 personil Sub Denpom Ponorogo; 1 pleton TNI dari Kodim 0802/ Ponorogo; 1 pleton Brimob Polda Jatim; 1 pleton Sat Sabhara; 1 pleton Sat Lantas; 1 pleton Polwan; 1 pleton gabungan Sat Intel, Reskrim, Reskoba; 1 pleton Sat Pol PP Kabupaten Ponorogo; 1 pleton Dishub Kabupaten Ponorogo.

Baca:  Penyalur TKI Asal Jateng Berurusan dengan Polisi Trenggalek

” Dalam mengantisipasi rangkaian kegiatan masyarakat di Bulan Muharram (suro) yang berkaitan dengan melibatkan kelompok masyarakat, perguruan pencak silat, dan ormas – ormas tertentu yang beranggapan bahwa Bulan Muharram (suro) sangat sakral dan religius. Sehingga harus melaksanakan pengamanan dan himbauan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19,”terang Kapolres.

Dijelaskan Kapolres, dalam menyambut Bulan Muharram, masyarakat Ponorogo khususnya dari berbagai perguruan pencak silat, sampai saat ini masih menjaga tradisi ziarah ke makam leluhur, sah-sahan warga baru, maupun kegiatan lainnya yang diikuti oleh ribuan peserta.

“Kami berharap kegiatan tersebut tidak sampai dilaksanakan di masa pandemi COVID-19, melainkan kita harus tetap siaga mengantisipasi situasi agar tetap kondusif di wilayah Kabupaten Ponorogo,”terangnya.

AKBP Azis menegaskan,” mencermati dinamika perkembanganya, setiap bulan Muharram dari tahun ke tahun bisa berpotensi timbulnya gesekan yang akan menjadi insiden kekerasan antar perguruan silat, sehingga kegiatan di Bulan Muharram (Suro) dapat saja menjadi konflik horisontal yang bila tidak dikelola dengan baik dapat mengganggu stabilitas kamtibmas khususnya di wilayah Kabupaten Ponorogo,”tegasnya.

Baca:  Bupati Trenggalek Terima Bantuan APD dari Alumnus Smanesa Tahun 1997

Guna mengantisipasi berbagai gangguan Kamtibmas menjelang Bulan Muharram( Suro) tahun 1442 h di Kabupaten Ponorogo, Polres Ponorogo dan Kodim 0802/ Ponorogo dengan dibantu unsur keamanan lainnya dan potensi masyarakat, melaksanakan kegiatan pengamanan kegiatan masyarakat.

“Dengan kesiapsiagaan, kewaspadaan dan pelaksanaan tugas kita bersama ini selanjutnya diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat secara umum maupun bagi setiap warga perguruan silat yang ada di Kabupaten Ponorogo. Oleh karena itu pengamanan dan cara bertindak mengedepankan preemtif dan preventif dengan maksud lebih menanamkan kesadaran hukum dari segenap warga masyarakat dan khususnya warga perguruan silat untuk bersama – sama saling menghormati dan menghargai antar perguruan. Sehingga masyarakat dapat menjadikan Bulan Muharram ini tetap menjadi bulan religius dan tidak menimbulkan keresahan serta kekhawatiran yang menjadi kesan negatif dari tahun ke tahun,”kata Kapolres.

Untuk itu dalam pelaksanaan pengamanan, Kapolres memerintahkan sebagai penekanan yang harus dilakukan oleh seluruh personel pelaksana pengamanan yaitu: jalin komunikasi dalam membangun sinergitas yang erat dengan berbagai instansi terkait dan tokoh masyarakat serta para ketua perguruan sehingga setiap permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik; laksanakan pengamanan dengan humanis serta hindari tindakan kekerasan yang berlebihan maupun provokasi secara langsung maupun tidak langsung sehingga dapat menjadi pemicu timbulnya situasi kontra produktif; lakukan penegakkan hukum secara tegas dan terukur dengan tetap menjunjung tinggi ham, sesuai peraturan yang berlaku bila ada yg akan berangkat ingatkan dengan humanis dilarang berangkat ke madiun, dan petugas tidak boleh menggunakan senpi dalam kegiatan ini; laksanakan komunikasi erat dengan berbagai media untuk memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat serta mampu mengantisipasi berbagai isu negatif yang berkembang; senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas pengamanan kegiatan masyarakat dimasa pandemi covid-19 di Kabupaten Ponorogo dengan tetap menggunakan masker, rajin cuci tangan dan jaga jarak.

Baca:  Sidang Kasus Penganiayaan Yang Melibatkan Mantan Ketua Panwaslukab Ponorogo Ditunda

“Semoga pengabdian yang kita lakukan dengan penuh keihklasan, menjadi catatan amal baik di hadapan tuhan yang maha kuasa, serta menjadi kontribusi positif, bagi terpeliharanya kamtibmas yang kondusif di wilayah ponorogo dan sekitarnya,”pungkas Kapolres.(Amar)