4 Pengedar Jaringan Lapas Dibekuk, BNNP Jatim Lacak Aset TPPU

Konferensi Pers Pemusnahan Narkoba di BNNP Jatim, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Setelah membekuk empat tersangka pengedar narkoba jaringan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Jatim serta memusnahkan sabu-sabu seberat 98,26 gram dari hasil sitaan. Kini BNNP akan segera melakukan pelacakan aset (asset tracing) mengenai perkara TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dari para tersangka.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombes Pol Arief Darmawan saat menggelar konferensi pers pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis sabu yang disita dari empat pelaku yang berinisial JM, ETS, SB dan HDJ.

“Dari empat tersangka berinisal JM, ETS, SB dan HDJ kami mengamankan barang bukti 98,26 gram sabu. Satu diantara para pelaku ini mengendalikan narkoba sejak di dalam Lapas yang ada di Jatim. Kami pun mengaitkan perkara ini dengan unsur TPPU nya,” ujar Arief dikutip Kanalindonesia.com, Rabu (2/9/2020).

Baca:  Polres Jombang Bersama Masyarakat, Gelar Pencerahan Perang Melawan Narkoba

Arief menjelaskan, jaringan ini cukup menjadi atensi lantaran cakupannya luas, dari sejak di dalam Lapas sampai pengendalian di luar Lapas. Bahkan hasil-hasil dari kejahatan tersangka ini sudah banyak sekali. Diantaranya seperti rumah, rumah kos dan kontrakan yang nilainya kurang lebih Rp 5 miliar. Sehingga kita kaitkan dengan TPPU.

Semua itu, sambung Arief, merupakan hasil dari penjualan narkoba. Belum lagi aset berupa kendaraan roda empat dan roda dua. Sehingga jaringan ini menjadi atensi bagi BNNP Jatim. Dan akan kita kembangkan lagi sampai sejauh mana jaringan ini.

“Target perkara narkoba dari BNNP saat ini bukan hanya volume dari jumlah barang buktinya saja. Tetapi targetnya yaitu unsur TPPU nya dan memiskinkan pelaku,” tegasnya.

Baca:  Peredaran Narkoba Dikendalikan Dari Lapas Karena Napi Punya Ponsel

Arief menambahkan, dua diantara empat tersangka ini pernah menjalani hukuman di Lapas Porong Sidoarjo. Keduanya yakni HDJ dan SB. Di dalam Lapas, HDJ memanfaatkan orang-orang terdekatnya, bahkan keluarganya untuk mengendalikan aset-aset yang di luar. Bahkan HDJ pun mengendalikan kejahatan narkoba dari dalam Lapas.

“Hasil-hasil dari penjualan narkoba yang di luar Lapas, diatur HDJ dengan melibatkan pihak-pihak keluarga dan orang-orang terdekatnya, seperti tetangganya,” ungkapnya.

Arief juga mengaku kualitas sabu dari tersangka merupakan kualitas nomor 1. Yakni narkoba jenis sabu dengan kualitas paling bagus, baik dilihat dari warnanya dan kapasitasnya.

“Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya, tersangka diancam dengan Pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009,” pungkasnya. Ady

Baca:  KPK Sita Tiga Mobil, Diduga Terkait Kasus TPPU Bupati Mojokerto Nonaktif