SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Universitas Dr Soetomo (Unitomo) kembali melepas 700 wisudawan lulusan program D3, S1 dan S2 dari sembilan fakultas, Sabtu (25/9/2021).

Acara prosesi pemindahan kuncir toga dipimpin langsung oleh Rektor Unitomo, Dr. Siti Marwiyah, SH., MH. Kegiatan sendiri dilaksanakan secara Hybrid di Dyandra Convention Hall Surabaya dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat.

Tak hanya itu saja, pada kegiatan yang masih dalam kondisi pandemi, panitia melakukan pembatasan peserta yang hadir. Selain itu sesuai arahan pihak gedung dengan Tim Satgas Covid-19, pelaksanaan wisuda dibagi 2 sesi.

Sesi pagi berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, diikuti 281 wisudawan secara luring dan 43 wisudawan secara daring. Sedangkan sesi siang berlangsung pukul 14.00 – 17.00 WIB. diikuti 280 wisudawan secara luring dan 86 wisudawan secara daring.

Seperti disampaikan ketua panitia Dr. Amirul Mustofa, SH, MH, dimaksudkan agar tidak terjadi kerumunan, terutama bagi undangan yang mengikuti acara secara luring, baik saat menjelang, saat acara dan saat pulang.

Tiap sesi dibatasi hanya dihadiri maksimal 800 undangan, jauh dari kapasitas normal gedung 3.500 orang. Begitu pun pengaturan jeda selama 3 jam dari sesi 1 ke sesi 2.

“Selain untuk memberi waktu bagi pihak gedung melakukan sterilisasi ulang menjelang sesi 2, juga untuk menghindarkan kemungkinan bertumpuknya arus undangan di sesi 1 yang hendak keluar dengan arus undangan sesi 2 yang hendak masuk gedung”, ujar Amirul Mustofa, yang juga menjabat wakil rektor 1 Unitomo.

Atas arahan tim asesmen Satgas Covid-19 Kota Surabaya, Unitomo melakukan banyak penyesuaian dalam pelaksanaan wisuda kali ini. Bukan hanya terkait dengan gedung yang meski dilengkapi AC tapi kami minta tetap dibuka semua pintunya agar sirkulasi terjaga, tatalaksana wisuda pun dirubah total.

Saat prosesi pemindahan kuncir toga oleh rektor misalnya, selain tanpa diiringi jabat tangan seperti biasanya, wisudawan juga bisa langsung pulang tanpa harus menunggu acara selesai.

Sementara dalam sambutannya, Rektor Unitomo Dr. Siti Marwiyah, SH, MH, mewanti-wanti seluruh wisudawan, juga panitia yang terlibat mempersiapkan acara wisuda untuk selalu menjalankan protokol kesehatan di mana pun berada.

“Sebenarnya lebih mudah bagi saya untuk memutuskan menggelar acara wisuda ini secara daring, seperti dilakukan banyak kampus lain. Tapi karena banyak calon wisudawan meminta agar momen ini bisa tetap terselenggara secara luring, sebagai peristiwa yang bagi kebanyakan orang sekali seumur hidup, maka saya akhirnya memutuskan untuk menggelarnya secara hybrid. Bisa diikuti secara luring maupun daring,” ungkap Rektor Unitomo.

Siti Marwiyah menambahkan wisuda bukan hanya digelar secara luring, tetapi juga ada beberapa mahasiswa yang mengikuti wisuda tersebut secara virtual.

“Yang daring kita laksanakan lewat aplikasi Zoom, sedang yang luring kita laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat. Kita semua tentu tidak ingin muncul kluster Covid baru dari acara wisuda,” jelas Rektor Unitomo tersebut. Ady

---------Ikuti Chanel youtube: KanalindonesiaTv ---------- ----------------------------------------------------------------

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here