Tentang Hasil Swab RS Dr Iskak Tulungagung, Berikut Penjelasan Bupati Ipong

Bupati Ponorogo IPONG MUCHLISSONI (Foto: Amar_kanalindonesia.com)

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Setelah muncul hasil pemeriksaan swab beberapa masyarakat di Dr Iskak Tulungagung yang beredar, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni angkat bicara.

Hasil pemeriksaan dari Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung yang beredar itu ada 10 nama, diantaranya 1 dinyatakan negatif dan 9 dinyatakan positif.

Hasil pemeriksaan di Dr Iskak Tulungagung itu dalam beberapa hari ini sudah beredar di masyarakat melalui media sosial Facebook dan beberapa group whatsap.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni saat ditemui awak media di rumah dinasnya pada Minggu (13/9/2020) mengatakan,” kita itu biasa Mas didalam memeriksakan seseorang yang kita anggap penting atau semacamnya dengan second opinion atau dengan beberapa lab sekaligus. Jadi kita ambil swabnya beberapa kali dan lalu kita kirim ke lab A dan satu lagi ke lab B. Itu menurut saya sebagai bentuk upaya, ihtiar untuk mengetahui yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Baca:  Sigap Antisipasi Penyebaran Covid-19, Polda Jatim Turunkan Tim KBR

“Saya saja 3 kali di swab, sebagai orang yang merasa sering bertemu orang, termasuk bertemu dengan teman-teman anggota Dewan, maka bagi saya penting itu. Jadi 3 kali itu ada yang di Rumah Sakit Pertamina, ada yang di Rumah Sakit Tulungagung, ada yang di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Dan itu sebagai bentuk kehati-hatian, sebagai bentuk keinginan saya untuk bisa akurat. Ya Alhamdullilah untuk saya semua hasil swabnya negatif,”ujar Ipong.

Ketika ditanya hasil dari Rumah Sakit Dr Iskak Tulungagung yang menyatakan positif namun di Rumah Sakit Dr Soetomo negatif Bupati Ipong mengatakan,” yaitu sebenarnya harus dilakukan swab satu kali lagi, dan insyaallah beberapa hari mendatang akan keluar. Tetapi sebelum itu keluar karena spekulasi yang keluar itu begitu kuat, maka saya meminta kepada pihak Rumah Sakit untuk merontgen terhadap mereka untuk mengetahui paru-parunya, apakah terjadi penemoni atau infeksi dalam paru-parunya. Tapi untuk lebih pasti lagi kita tunggu saja hasil swab yang akan kita lakukan dalam satu dua hari ini nanti,” tambahnya.

Baca:  Seniman Reog Ponorogo Indonesia Akan Tampil di Filipina

Ditambahkan Ipong,” awal mula dari ini adalah kontak tracingnya dari pasien 301, dan 301 seperti yang kita ketahui adalah anggota DPRD perempuan, dan kontak tracingnya ada 28 terdiri dari sekwan, staff sekretariat dan anggota DPRD. 28 orang ini kita swabkan ke Tulungagung dan ke Dr Soetomo Surabaya, hasilnya yang di Dr Soetomo Surabaya ke 28 nya Negatif dan yang di Tulungagung 9 positif,” terang Bupati Ipong.

Bupati Ipong juga menjawab terkait perbedaan yang diumumkan Dinas Kesehatan Ponorogo dengan hasil yang beredar dari Dr Iskak Tulungagung,” yang diumumkan Bu Irin (Kepala Dinas Kesehatan) itu kan karena terkait pemberitaan di masyarakat, memang pengumuman itu saya yang minta untuk menenangkan masyarakat biar informasinya tidak selegenje dan tidak simpang siur dan sebelum-sebelumnya Dinas Kesehatan kan tidak pernah mebikin pengumuman seperti itu, dan pengumuman semacam itu disampaikan karena adanya diskusi yang beredar dalam masyarakat,”urainya.

Baca:  Kapolres AKBP Radiant Pimpin Sertijab Sejumlah Kapolsek di Ponorogo

Bupati juga menjelaskan ketika ditanya hasil dari 10 yang dari Tulungagung 9 Positif dan 1 Negatif itu,”benar, tapi saya tidak akan menjawab terkait sesuatu yang bersifat rumor, dan bukan dokumennya yang tidak sah. Tapi dokumen itu hanya saja beredarnya yang tidak sah. Orang, yang jangankan sudah dikatakan positif, orang yang kita curigai sebagai kontak tracingnya orang yang positif saja kita suruh isolasi. Dan sekali lagi untuk kontak tracingnya 1 orang 301 ini kita cari, ketemulah 28 orang ini. Dan kalau dari 28 orang ini ternyata ada yang positif ya kita cari lagi dan seterusnya,”terangnya. (Amar)