Awas.. Jika di Sampang Tidak Pakai Masker Akan Disidang

Sidang Ditempat Disediakan Untuk Para Pelanggar Ops Yustisi di Kabupaten Sampang, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: Mobil pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19 resmi dilepaskan Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz bersama Wakil Bupati Sampang Abdullah Hidayat dan Dandim 0828 di Pendopo Trunojoyo Sampang pada Rabu malam (16/9/2020).

Pantauan dilokasi, mobil yang digunakan oleh tim khusus pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19 ini merupakan milik Polres Sampang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan truk milik Satpol PP Sampang.

Wakil Bupati Sampang, Abdullah Hidayat menjelaskan mobil pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19 yang diresmikan tersebut sebagai bentuk implementasi peraturan bupati (Perbup) Nomor 53 tahun 2020.

“Hal ini merupakan upaya penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Sampang. Dan nantinya bisa memudahkan para aparat untuk menindak pelanggar protokol kesehatan Covid-19,” terang Abdullah Hidayat didampingi Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz dan Dandim 0828 usai peresmian di Pendopo Trunojoyo Sampang, (16/9)

Baca:  Sempat Kabur 5 Bulan, Pelaku Pencabulan di Sampang Diamankan Polisi
Pemberangkatan Kendaraan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 di Pendopo Trunojoyo Kabupaten Sampang, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

Nantinya dalam pengoperasian mobil pemburu tersebut akan melakukan mobeling di tempat pusat kerumunan masyarakat, tepatnya di area perkotaan Sampang. Seperti pinggiran jalan Kota Sampang, taman, pertokoan sampai warung kopi cafe di malam hari.

“Untuk malam ini kami langsung menyisir area yang paling ramai yakni, perempatan jalan Jaksa Agung Suprapto, tepatnya di depan gedung kejaksaan Sampang,” katanya.

Masih kata Wakil Bupati Sampang, di sejumlah lokasi tertentu, pihaknya akan menggelar operasi bagi para pengendara yang tidak memakai masker. Selain itu, menurut Abdullah, pihaknya akan menggiring para pelanggar yang terjaring operasi ke halaman Gedung Pengadilan Negeri (PN) Sampang, untuk menjalankan sidang ditempat.

“Untuk sanksi sudah diatur di Perbup Nomor 53 Tahun 2020 bahwa, perseorangan akan dikenakan denda Rp 100 ribu, sedangkan bagi pelaku usaha dan sejenisnya maksa denda Rp 1 juta,” tegasnya. Ady

Baca:  Bupati Trenggalek Sosialisasikan Upaya Penanganan Covid 19 Kepada Para Pengasuh Pondok Pesantren