Sahat Tua Simanjuntak Memuji Kapolda Jatim Sebagai Inisiator Perda Yang Memudahkan Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan

Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak Salam komando Bersama Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak memuji ide cemerlang Kapolda Jatim Irjen Polisi M.Fadil Imran dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dalam rangka menekan perkembangan Covid 19 di Jawa Timur, yaitu Perda no 2 tahun 2020.

Pujian ini diungkapkan Sahat di hadapan Kapolres Ponorogo AKBP. Mochamad Nur Azis bersama Pejabat Utama Polres Ponorogo, Kamis (17/9/2020) saat menggelar silaturahmi dalam rangka meninjau kesiapan Polres Ponorogo menghadapi Pilkada serentak di masa pandemi ini.

Bukan tanpa alasan, mengapa Politisi Golkar periode dipercaya menjadi wakil rakyat ini merasa perlu melontarkan pujian kepada orang nomer satu di jajaran Kepolisian Jatim ini.

“Pertama dari hasil kunjungan ke Kejari dan Polres di Trenggalek serta Pacitan perda ini memudahkan kerja penegak hukum menertibkan orang orang dan juga tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan,” kata Sahat menyampaikan alasannya.

Perda ini akhirnya menjadi solusi setelah Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut maklumat nomor MAK/2/III/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19) yang dikeluarkan 19 Maret 2020 lalu.

Baca:  YKP Gelar Whorkshop, Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak di Ponorogo

Diketahui, maklumat tersebut memuat larangan serta imbauan kepada masyarakat di tengah pandemi virus corona. Misalnya, larangan mengadakan kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan massa, tidak menimbun bahan pokok, hingga tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan keresahan.

Akibatnya pencabutan maklumat Kapolri ini, pihak keamanan kesulitan melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan karena cantolan hukumnya tidak kuat. Maka munculah ide membuat perda no 2 tahun 2020 yang berisi sanksi administratif dan sanksi pidana bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan di tempat umum. Untuk sanksi pidana berupa denda maksimum Rp. 500 ribu bagi individu, sedangkan bagi persero atau perusahaan sanksinya maksimum Rp. 50 juta. Yang kemudian disesuaikan dengan kebijakan masing masing daerah di Jatim.

Nah, Saat menggelar perbincangan dengan Kajari Pacitan Noer Adi dan jajarannya seputar penegakan disiplin warga mematuhi protokol kesehatan termasuk penegakan aturan dalam perda no 2 tahun 2020 di Pacitan, Kajari Pacitan Noer Adi kata Sahat mengungkapkan pihaknya merasa dimudahkan dengan adanya aturan tersebut.

“Ini memudahkan kami melakukan tindakan upaya menekan perkembangan Covid di Pacitan. Selain itu kami juga ikut melaksnakan program wajib pake masker diseluruh jajaran, keluarga dan masyarakat,” ungkap Sahat menirukan Noer Adi, Kamis (17/9/2020).

Baca:  Kadiv Pendayagunaan Baznas Diundang ke The Obama Foundation Leaders

Begitu juga saat bertemu dengan Kapolres Pacitan AKBP Didik Haryanto. Menurut Sahat, Kapolres mengaku Perda ini membuat pihaknya tidak ragu dalam melalukkan penindakan karena ada cantolan jelas dalam bertindak.

Yang kedua kata Sahat, ide dan pikiran Irjen M Fadil Imran ini tidak terpikirkan sama sekali oleh anggota DPRD Jatim, “Beliau ini menyampaikan pemikirannya bagaimana membuat peraturan daerah yang bisa membuat masyarakat patuh dalam melaksanakan protokol kesehatan, dan ini disampaikan seorang Jendral Polisi jam setengah sebelas malam. Ini diluar ekspektasi saya sebagai politisi , ini membuat saya kaget. Seorang Kapolda menyampaikan ide original dan tidak terpikirkan oleh 120 orang anggota DPRD Jatim,” ungkap Sahat disambut tepuk tangan bangga para perwira yang hadir.

Dan luar biasanya lagi kata Sahat, 15 tahun menjadi anggota DPRD Jatim, baru kali ini ada Kapolda datang ke dewan atas inisiatifnya sendiri tanpa diundang untuk membicarakan dan memgawal perda ini di DPRD Jatim. “Perda yang biasanya dibahas 3 bulan, khusus perda ini dikebut sehingga hanya dalam waktu 3 minggu perda ini terwujud bisa selesai dan disahkan. Makanya disela sela reses ini saya menyempatkan datang ke Mapolres ini sebagai bentuk apresiasi atas perda yang kami bahas dan sahkan yang merupakan ide original Bapak Irjen Polisi M Fadil Imran. Bukan hanya untuk menjaga kemanan dan penegakan hukum, tapi juga ada pemikiran dari beliau bagaimana melindungi masyarakat di masa pandemi ini, ” kata Sahat.

Baca:  Kapolres Gresik Sampaikan Pesan Moral Pada Peserta Bukber, Masyarakat Jangan Terprovokasi Isu Hoax

Dari pengakuan tersebut maka Sahat menyimpulkan karena perda inilah langkah efektif bagi upaya menekan perkembangan Covid di Jatim bisa diwujudkan. “Karenanya Saya sangat optimis dengan perda ini maka insyaallah pandemi ini akan terkontrol dan bisa diselesaikan dengan cepat dan baik. Apalagi saat ini sudah dibentuk juga tim hunter yang bertugas menjaga kondisi dan kedispilinan warga menaati protokol kesehatan, Tim hunter ini dibentuk agar kepatuhan lebih masif mengingat penyebarannya masih terus berjalan. Dan yang menjadi ujung tugas kan TNI Polri.” pungkas Sahat. nang