Kerjasama XL Axiata-Pemprov Jatim Salurkan 1,3 Juta Paket Data Gratis untuk Pelajar

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyalurkan 1,3 juta paket data gratis khusus bagi pelajar, dan 100 ribu untuk guru dan tenaga kependidikan jenjang SMA/SMK/SLB di Jawa Timur.

Program penyaluran donasi paket data gratis untuk pelajar ini merupakan bagian dari kerja sama XL Axiata dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur dan Asosiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Seluruh Indonesia (ASKOMPSI) dalam mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang dijalankan pemerintah pada masa pandemi Covid-19 saat ini.

Penyerahan bantuan kepada pelajar dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si, di SMA Negeri 2 Mejayan, Madiun, Jumat (18/9).

Turut mendampingi gubernur, Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, Dr. Ir. Wahid Wahyudi MT dan Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, Direktur Eksekutif Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia, Eddy Santoso.

Baca:  Kecelakaan di Jalan Desa, Dua Pengendara Motor Tewas di TKP

Selain itu, acara ini diikuti secara daring oleh 24 kantor Dinas Pendidikan dan MKKS SMA/SMK/SLB Negeri dan swasta dari 38 kota/kabupaten se-Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj Khofifah Indar Parawansa, M.Si, mengatakan, “Terima kasih kepada XL Axiata yang telah memberikan support 1,3 juta kartu internet gratis untuk SMA, SMK dan SLB serta 100.000 paket internet untuk tenaga pengajar.  Pembagian kartu internet gratis ini bertujuan untuk mensupport tugas guru di tengah kondisi pandemi saat ini. Tak hanya itu, dengan kondisi belajar mengajar yang sebagian besar masih daring, tentunya ini menjadi upaya memfasilitasi para siswa dalam belajar.”

Kepada para siswa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berpesan agar para siswa tetap terus bersemangat dalam belajar walau di tengah kondisi yang terbatas. Gubernur meyakinkan para pelajar bahwa ini adalah ikhtiar bersama sebagai awal menuju era 4.0 dimana pelajar akan disiapkan pada update teknologi di masa depan.

Sementara itu, Group Head XL Axiata East Region, Bambang Parikesit menyampaikan bahwa manajemen XL Axiata sangat memahami problem yang dirasakan oleh sebagian masyarakat, termasuk yang berada di Jawa Timur, terkait dengan kemampuan mendapatkan kuota data untuk pelaksanaan PJJ.

Baca:  Usai Kencan, Warga Boyolali Bawa Kabur Motor Milik Teman Wanitanya

Untuk itu, karena XL Axiata juga yakin dengan urgensi pelaksaan PJJ agar anak-anak tetap bisa bersekolah dan melanjutkan proses belajar mengajar secara darurat, maka pihaknya merasa bertanggung jawab untuk membantu meringankan beban masyarakat agar bisa mendapatkan kuota data.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap beban sebagian pelajar dan orang tuanya menjadi lebih ringan begitu juga dengan para guru dan tenaga kependidikan. Paket kuota data gratis yang dibagikan sudah bisa mulai dipergunakan pada bulan September 2020 ini. Jadi, setiap paket bantuan sudah bisa langsung dimanfaatkan para siswa penerimanya,” tambah Bambang.

Mekanisme penyaluran paket kuota data gratis ini hingga ke tangan siswa dan para guru serta tenaga kependidikan akan dilakukan oleh sekolah-sekolah yang berkoodinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Penyaluran donasi ini akan dilakukan dengan memprioritaskan pelajar kurang mampu yang membutuhkan akses internet untuk kegiatan belajar online. Paket yang diberikan berupa kartu perdana AXIS yang di dalamnya sudah diberikan kuota data sebesar 30 GB.

Baca:  Tak Bisa Berenang, Anak 7 Tahun di Trenggalek Tewas Saat Mandi di Sungai

Kuota tersebut bisa didapatkan siswa saat kartu diaktifkan dan tambahan kuota data sebesar 55 GB setelah kartu terdaftar di sistem Dapodik melalui admin sekolahnya masing-masing, dengan masa berlaku 31 Desember 2020. Kuota ini di luar subsidi kuota bagi pelajar dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kuota data yang diterima para siswa ini bisa dipakai untuk mengakses sejumlah aplikasi yang paling sering dipakai oleh guru untuk mengirimkan materi pelajaran atau tugas kepada siswa, yaitu aplikasi Microsoft Teams, Zoom, Google Meet, Google Hangout, Google Classroom, dan WhatsApp. Selain itu, kuota data tersebut juga bisa dipakai untuk membuka aplikasi dan website yang menyediakan bahan tambahan untuk referensi belajar, yaitu Udemy, Ruang Guru, Zenius, Sekolahmu, juga website Rumah Belajar Kemendikbud https://belajar.kemendikbud.go.id dan Spada Indonesia Kemendikbud di https://spada.kemdikbud.go.id atau https://lmsspada.kemdikbud.go.id/.(red)