Malam Minggu, Kapolda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Stadion 10 November Surabaya

Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran Bersama PJU Polda Jatim Tinjau Operasi Yustisi di Depan Stadion 10 November Surabaya (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kapolda Jatim Irjen Pol Mohammad Fadil Imran beserta pejabat utama (PJU) Polda Jatim meninjau ke lokasi Operasi Yustisi yang dilakukan Tim Pemburu Pelanggar Protokol Kesehatan Covid-19 di Jalan Tambaksari Surabaya (depan Stadion 10 November) dan sekitar area Jembatan Suramadu.

Pantauan dilokasi juga terlihat Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Johnny Eddizon Isir dan Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo turut dampingi Kapolda Jatim dalam pemantauan Ops Yustisi tersebut.

Kali ini Tim Hunter memilih Pasar malam Gelora 10 November atau Taman Mundu dan area Jembatan Suramadu karena dijadikan tempat kerumunan dan bisa memunculkan klaster baru. Disana petugas memberikan sanksi kepada para pelanggar yang tidak memakai masker.

Baca:  Tiga Siswa Pusdik Brimob Watukosek Tewas Tersambar Petir

Kegiatan ini dilakukan sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres), Nomor 6 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 54 Tahun 2020. Tentang protokol kesehatan dalam mencegah dan mengendalikan Covid-19 di Jawa Timur. Para pelanggar juga dikenakan sanksi denda, sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2020.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan kegiatan Operasi Yustini ini akan terus dilakukan secara continue selama masa pandemi. Serta menghimbau kepada masyarakat untuk menggelorakan Jatim Bermasker.

“Kita sudah gelorakan Jatim Bermasker, sudah hampir jutaan masker dibagikan oleh Forkopimda Jatim kepada masyarakat. Selain itu sosialsasi memberikan edukasi, mari kita sama-sama sadar, berpartisipasi sama-sama memberikan dan mengingatkan, gotong royong, guyub,” jelas Trunoyudo dikutip Kanalindonesia.com di lokasi, Sabtu malam (19/9/2020).

Baca:  Didampingi Pengacara, Perancang Busana Adjie Notonegoro Diperiksa Polda Jatim Perihal Kasus MeMiles

Trunoyudo menambahkan, untuk daerah yang perlu dilakukan operasi yustisi, sesuai dengan data yang terkonfirmasi banyaknya pasien positif Covid-19.

“Sasaran kita mengacu pada data, apa bila disitu merupakan wilayah yang clusternya ada dan kemudian terkonfirmasinya tinggi tentu kita lakukan intervensi dengan melakukan edukasi, preventif, dan juga penindakan.” pungkasnya. Ady