Surabaya, Gresik, Sidoarjo Peringkat Pertama Penyebaran Covid-19

GRESIK, KANALINDONESIA.COM : Menurut data dari Dinas Kesehatan Jawa timur, angka penyebaran virus korona makin tinggi.

Hal ini menjadi atensi khusus dari pihak kepolisian untuk menyadarkan masyarakat, betapa pentingnya melaksanakan protokol kesehatan untuk memproteksi diri dari pandemi.

Pada Senin (21/9) Polres Gresik telah melaksanakan Vidcon di Aula Command Center oleh IRJEN Pol Dr. Drs. M FADIL IMRAN, M.Si selaku Kapolda Jatim dalam rangka Evaluasi pelaksanaan Ops Yustisi guna penegakkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Dalam Vidcon ada arahan Kapolda Jatim IRJEN Pol Dr. Drs. M FADIL IMRAN yakni :

Sebagaimana rekan rekan telah ketahui bersama terkait tugas dari Bapak Presiden RI melalui Menkomaritim agar dalam waktu 2 minggu kasus Covid-19 terjadi penurunan dengan barometer peningkatan pasien sembuh dan penurunan pasien meninggal dunia.

Kasus Covid-19 dimana untuk Prov. Jatim menjadi salah satu dari 8 Provinsi yang menjadi prioritas penanganan Covid-19.

Beberapa langkah dan strategi yang harus kita kerjakan dilapangan dalam penanganan Covid-19 harus dilaksanakan secara taktis, tajam dan sangat fokus.

Sampai dengan saat ini kasus Covid-19 di Prov Jatim untuk pasien terkonfirmasi sebanyak 40.708 orang dimana jumlah tersebut merupakan hampir 25% dari angka pasien terkonfirmasi secara Nasional sebanyak 244.767 orang, sedangkan untuk pasien konfirmasi sembuh di Jatim sebanyak 33.100 orang, terkait data tersebut diatas Prov Jatim berada ditingkat pertama untuk angka kesembuhan namun kita juga menduduku peringkat pertama angka kematian tingkat Nasional.

Terkait tren pertumbuhan Covid-19 di Jatim mulai dengan bulan Juli tingkat kematian diatas angka 300, maka kedepan kita mempunyai target untuk menurunkan angka kematian dan menaikkan angka kesembuhan.

Baca:  Jelang Pemilu 2019 Polres Lamongan Tingkatkan Sinergitas Kamtibmas Bersama Awak Media

Saya setiap hari telah mengirimkan data tren pertumbuhan kasus Covid-19 di Jatim kepada para Kapolres jajaran se Jatim, dimana dari jumlah kasus Covid-19 di Jatim untuk yang prioritas 1 adalah wilayah Kota Surabaya, Kab. Gresik dan Kab. Sidoarjo serta untuk prioritas ke-2 adalah Kota Malang, Kab. Pasuruan, Kab. Banyuwangi.

Terkait jumlah kasus Covid-19 yang menjadi wilayah prioritas ke-1 maka terdapat PR besar untuk Kapolresta Sidoarjo, Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Gresik untuk mengambil langkah langkah strategis guna menurunkan angka pasien terkonfirmasi dan angka kematian kasus Covid-19.

Pada pelaksanaan Ops Yustisi agar dilakukan secara taktis, tajam dan fokus, maka kedepan arahkan betul kepada anggota untuk lokasi atau tempat yang menjadi koordinat pelaksanaan Ops Yustisi sehingga pada pelaksanaannya benar benar bermanfaat untuk menurunkan kasus Covid-19 diwilayahnya masing masing.

Untuk laporan kegiatan Ops Yustisi selama ini jumlah kegiatan terbanyak dari peringkat 5 besar adalah Polres Malang, Polres Probolinggo, Polres Madiun, Polres Jombang dan Polres Tulungagung, sementara untuk Polres Polres yang menjadi Prioritas 1 dan 2 untuk jumlah kegiatan Ops Yustisi masih minim maka kedepan saya minta untuk dievaluasi dan ditingkatkan kegiatan serta hasilnya.

Untuk sasaran Ops Yustisi baik orang dan tempat serta untuk jenis kegiatan harus benar benar tepat sasaran, karena terkait Ops Yustisi apabila dilakukan dengan benar dan tepat sasaran maka saya yakin akan mempengaruhi turunnya angka penyebaran Covid-19.

Dalam pelaksanaan Ops Yustisi perbanyak sanksi untuk tempat usaha serta konsentrasikan kegiatan ditempat tempat yang menjadi lokasi kerumunan dan yang kedapatan tidak menerapkan protokol kesehatan.

Baca:  1 Warga Driyorejo Gresik Positif Corona, Dirawat di RS Swasta Surabaya

Terkait pelaksanaan Ops Yustisi agar juga dilakukan penanganan secara makro dimana dirikan posko posko dipintu masuk wilayahnya masing masing, guna melakukan penegakkan hukum dan edukasi kepada masyarakat yang akan masuk kewilayah kita terkait masalah penerapan protokol kesehatan.

Selain itu untuk penanganan secara mikro agar dilakukan oleh Polres bersama Pemda dan Kodim setempat untuk dilanjutkan sampai dengan tingkat masyarakat bawah yaitu RW dengan laksanakan edukasi.

Selain itu untuk penanganan secara mikro agar dilakukan oleh Polres bersama Pemda dan Kodim setempat untuk dilanjutkan sampai dengan tingkat masyarakat bawah yaitu RW dengan laksanakan edukasi kegiatan antara lain pasang spanduk dan himbauan kepada masyarakat serta bentuk organisasi dilingkungan tersebut.

– Bentuk Satgas Covid Hunter untuk melakukan patroli dan berburu dengan sasaran terhadap keberadaan pasien terkonfirmasi Covid-19 yang berstatus OTG yang masih berkeliaran diluar dan tidak mau melakukan isolasi baik secara mandiri, apabila kedapatan tangkap dan serahkan ke Tim Gugus Tugas setempat.

– Untuk Kampung Tangguh Semeru sampai saat ini masih merupakan basis terdepan kita dalam penanganan Covid-19.

Untuk menghambat laju Penyebaran Covid-19 Kapolda juga menekankan kepada jajaran Kapolres/ta se Polda Jatim.

1) Lakukan identifikasi dan mapping untuk menentukan wilayah prioritas serta memprediksi timbulnya culster baru.

2) Sasaran ops Yustisi tidak hanya terhadap orang namun kepada badan usaha yang berpotensi menjadi cluster penyebaran Covid-19.

3) Ops Yustisi dan edukasi ini bertujuan untuk memberikan efek Deteren (Deterrance Effect), Sosialisasi dan Edukasi Protokol kesehatan kepada masyarakat, oleh karena itu lakukan secara tegas dan masif.

Baca:  Asal main Tarik,Nasabah Mandiri Finance Mengadu Ke Polisi

4) Pelaksanaan Ops Yustisi dan edukasi dilakukan hingga tingkat Polsek, pelaksanaan Ops Yustisi sebanyak 3 kali dalam waktu sehari (Pagi, Sore dan Malam) baik secara stasioner dan mobile.

5) Khusus untuk wilayah prioritas, lakukan Ops Yustisi lebih sering dan masif baik secara kwalitas maupun kwantitas dalam pelaksanaan Polres lakukan backup.

6) Dalam pelaksanaan Ops Yustisi wajib memperhatikan protokol kesehatan, jangan sampai menimbulkan kerumunan baru.

7) Polres bertanggung jawab untuk melakukan Ops Yustisi disetiap perbatasan Kabupaten.

8) Kapolres wajib menganalisa dan evaluasi kegiatan Ops Yustisi yang dilakukan oleh Polsek setiap hari, jika mengalami kendala segera laporkan.

9) Lakukan kegiatan 3T kuratif berbasis RW/Desa/Dusun dan optimalkan Kampung Tangguh Semeru.

10) Laksanakan Baksos pembagian sembako.

11) Giatkan kembali penyemprotan cairan desinfektan dilokasi rawan penyebaran Covid-19, lalukan koordinasi, kolaborasi dan komunikasi dengan TNI, Pemda dan Instansi terkait.

12) Hindari pengerahan massa pada saat pelaksanaan tahapan Pilkada jangan sampai ada cluster baru.

q. Terkait pelaksanaan Ops Yustisi bukan hanya jumlah penindakan sebagai tolak ukur kita namun point penting adalah seberapa besar partisipasi dan kesedaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Di dalam forum Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan,” bahwa virus korona ini masih ada, kita harus benar-benar waspada dalam hidup Berdampingan dengan virus ini, terutama mengedukasi dan menyadarkan masyarakat untuk selalu mematuhi 3 M, karena ini penting.Menyangkut keselamatan kita semua,”pungkasnya.(Irw)