Selama Masa Pandemi Covid-19 2020, Sebanyak 230 KMPM PKH Di Pamekasan Mengundurkan Diri

KPM PKH se- Kecamatan Kadur, Pamekasan, Madura saat menunjukkan kartu sejahtera, Senin (21/09/2020). Dok foto. kanalindonesia.com

PAMEKASAN,KANALINDONESIA.COM
Sejak awal tahun hingga bulan Agustus 2020 pada masa pandemi Covid-19 ini, di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tercatat ada sebanyak 230 Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH), mengundurkan diri dari penerima bansos PKH.

Hanafi, Koordinator PKH Pamekasan mengatan, data tersebut terhitung sejak mulai bulan Januari hingga Bulan Agustus 2020. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan data tahun sebelumnya di tahun 2019 lalu juga ada selisih perbedaan yang segnifikan.

“Untuk tahun 2019 lalu, terdata ada sebanyak 270 KPM PKH yang mengundurkan diri. Data ini lebih banyak penurunan dibanding tahun 2020 kali ini,” kata Hanafi, Senin (21/9/2020).

Hanafi menjelaskan, mereka mundur karena berbagai alasan. Salah satunya karena alasan telah membaiknya kondisi perekonomian keluarganya.

Baca:  Di Trenggalek, Ma'ruf Amin Resmikan Posko TKD dan Hadiri Istighosah

“Karena terkendala masa pandemi Covid-19, jadi dalam beberapa bulan ini, kami tidak bisa turun secara intens ke bawah. Namun, dalam hal ini selisihnya sedikit saja, karena terkendala pandemi Covid-19,” Jelasnya tegas.

Hanafi menginginkan, KPM PKH yang bisa di graduasi, mulai dari penerima yang sejahtera dan mandiri pihaknya mentarget sebanyak 10 persen.

Hanafi juga mengakui banyaknya KPM PKH yang mengundurkan diri tidak lepas dari kerja sama semua pihak.

Terutama para pendamping sosial PKH yang senantiasa memberikan bimbingan dan arahan kepada KPM. Pasalnya, karena pendamping sosial PKH merupakan ujung tombak dari keberhasilan program tersebut.*(Nang/Red).