Kesal Tak Kunjung Dilunasi, Anak di Ponorogo Robohkan Rumah Gunakan Alat Berat

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Gegara pembelian rumah yang tak kunjung dilunasi, Kalam warga Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo Ponorogo, Jawa Timur tega merobohkan rumah permanen yang ia bangun sejak belasan tahun lalu.

Mirisnya pembeli rumah itu adalah Kasiem yang merupakan ibu kandungnya sendiri yang juga pemilik tanah diatas bangunan tersebut.

Berbagai mediasi sebenarnya sudah dilakukan namun anak kandung tetap memilih merobohkan rumah.

Bahkan vidio perobohan rumah permanen berukuran 70 meter persegi yang ada di Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur menggunakan alat berat tersebut sempat viral di jejaring sosial facebook.

Belakangan diketahui, jika perobohan rumah ini terjadi pada Hari Minggu (20/09/ 2020) lalu.

Baca:  Cegah Kebakaran Lahan Dan Hutan Polsek Slahung Patroli Gabungan

Perobohan rumah permanen menggunakan sebuah alat berat ini diduga dipicu karena selisih paham antara anak dan ibu kandunya. Kasiem tak kunjung melunasi pembayaran rumah yang dibelinya dari anak kandungnya tersebut.

Kalam menjual bangunan rumah seharga Rp60 juta rupiah kepada ibunya. Sementara sang ibu baru bisa membayar Rp40 juta rupiah. Diduga tidak sabar Kalam akhirnya memutuskan merobohkan rumah yang berdiri diatas tanah ibu kandungnya sendiri. Sedangkan uang Rp40 juta dikembalikan kepada ibu kandung.

Sebelum ada perobohan rumah, keluarga maupun perangkat desa sudah mencoba memediasi kedua belah pihak, namun upaya ini tidak membuahkan hasil. Kalam yang tinggal di Kabupaten Trenggalek memilih merobohkan rumah, termasuk menghancurkan kayu dan berbagai benda yang menempel didalam rumah.

Baca:  Ketua KPU RI Hadiri Pleno Penetapan DPS Pemilu 2019 di KPU Kabupaten Lamongan

“Itu mintanya saudara Kalam itu dibeli cash, karena saudaranya masih punya uang Rp40 juta dikasih, selang beberapa hari atau minggu akan dikasih tapi Pak Kalam tidak sabar menunggu akhirnya rumah dirobohkan, uang dikembalikan. Uangnya sudah dikembalikan, itu pembelinya masih saudara sendiri atau siapa, ya masih saudara, ibu kandung dia,”ucap Wakapolsek Sawoo IPTU Setyo Budi Santoso.

Sementara itu Kasmi, salah satu kerabat mengatakan,”banyak yang bujuk Kalam untuk sabar dulu, kalau besuk-besuk anak mau nempati, namun Pak Kalam tetap nggak perduli. Ya kemarin sebelum dibongkar, saudarapun ngumpul untuk mbujuk Pak Kalam tapi tetep nggak bisa,”terangnya.

Meski tidak ada pihak yang dirugikan, namun polisi dan pihak desa menyayangkan dengan tindakan penghancuran rumah tersebut.

Baca:  Tengok Orang Sakit,  Keluarga di Madiun Terkonfirmasi COVID-19