Gegara Inbokan di FB, Pria Asal Pasuruan Bacok Selingkuhan Istrinya Hingga Tewas

Ditreskrimum Polda Jatim Gelar Rilis Kasus Pembunuhan, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Sempat kabur di sejumlah lokasi hampir 10 hari, tiga pelaku kasus pembunuhan berencana berhasil diamankan anggota Unit III Curanmor Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Dari tiga pelaku, dua diantaranya merupakan pasangan suami istri (Pasutri).

Kepada awak media, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membeberkan para pelaku berinisial KB alias P (35) beserta istrinya SKK alias (25), dan MM alias C (34). Ketiganya ditangkap polisi di Kabupaten Banyuwangi, pada Senin lalu (14/9/2020).

Kasus pembunuhan berhasil diungkap setelah adanya penemuan mayat laki-laki yang diketahui bernama (inisial) ARF dengan awal dugaan menjadi korban pembegalan atau pencurian dengan kekerasan (curas).

Baca:  Diduga Tak Kuasai Medan Jalan saat Hendak Menyalip, Satu Keluarga Tewas Akibat Terlindas Truk

Namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata korban yang ditemukan di kawasan hutan Desa Sukoreno, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jatim pada Kamis malam (3/9/2020) tersebut dibunuh oleh para pelaku.

Trunoyudo menyebut motif dari pembunuhan ialah pelaku KB cemburu terhadap korban yang diduga berselingkuh dengan istrinya.

“Motifnya berbasis pada adanya hubungan antara ARF (korban) dengan tersangka SKK, yang kemudian tersangka KB cemburu dengan korban. (Dasar kecemburuan) didapat (tersangka KB) dari salah satu media sosial messenger-nya, FB,” terang Trunoyudo dikutip Kanalindonesia.com di Mapolda Jatim, Selasa (22/9/2020).

Pelaku KB meminta istrinya (SKK) untuk memancing korban melalui pesan di Facebook (Massanger) untuk bertemu. Pertemuan itu pun disepakati pada Kamis, 3 September 2020 malam.

Baca:  Selama Masa New Normal di Surabaya Raya, Polda Jatim Kirim Ribuan Personel

Pada saat itu KB menggunakan kendaraan saksi berinisial IUM alias YAK langsung menghadang korban di tengah hutan di Desa Sukoreno. Lalu pelaku menebaskan senjata tajam berupa samurai secara membabi buta ke arah korban sampai tewas di lokasi.

Kepada petugas KB mengaku pada sabetan pertama, samurai miliknya itu mengenai helm korban. ARF sempat coba melawan pelaku dengan menangkis hingga tangannya terluka. Lalu korban berusaha kabur namun kakinya terkena sabetan samurai, korban itu pun roboh. Tersangka kembali menyabetkan senjatanya ke kepala korban sebanyak tujuh kali dan akhirnya meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia terkena sabetan di kepala sebanyak tujuh kali,” tandasnya.

Pasal yang disangkakan terhadap ketiga pelaku tersebut adalah tentang pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 Subsider 380 lebih subsider 365 Juncto Pasal 55, 56 KUHP.

Baca:  Tim Jogo Boyo Jatanras Polda Jatim Bekuk Pengedar Upal Dolar di Surabaya

“Ancaman hukumannya maksimal seumur hidup. Tapi tentu saja putusannya tergantung di pengadilan nanti,” pungkasnya. Ady