Permohonan Pengalihan Penahanan PH Nadhir Dikabulkan Majelis Hakim

MOJOKERTO, KANALINDONESIA.COM: Sidang lanjutan pokok perkara terdakwa Nadhir bin Ikhwan dengan agenda menggali keterangan dari saksi di Pengadilan Negeri Mojokerto digelar, Selasa (22/9) sore.

Sidang tersebut menghadirkan sejumlah saksi dari Kejari, ada sebanyak empat orang yakni Zainuddin (30th) dan Fanani (32th) keduanya warga Payung rejo, Kecamatan Kuto Rejo, Mojokerto.
Isdiana (50th) pendidikan terakhir Sarjana Peternakan dan Bagus dari Polres Mojokerto.

Di awali pemeriksaan oleh JPU pada saksi pemohon saudara Fanani dan Zainuddin, Selanjutnya Isdiana dan Bagus.

Saksi Bagus juga menyampaikan kalau pihaknya tidak ikut dalam uji lab,”jadi saya tidak tahu sample yang di sita. Itu baik ataupun tidak.

Menurut Isdiana, untuk produksi coklat di tempat terdakwa, ada beberapa tahap yang harus di lalui dari produksi makanan kemasan, mulai bahan baku masuk ke ruang produksi di lanjut ke penyimpanan khusus selanjutnya finishing.Jadi proses produksi di tempat terdakwa itu kurang higienis.

Baca:  Humas Pemkab Mojokerto : Bupati MKP Statusnya hanya Saksi dalam Kasus Kredit Fiktif Bank Jatim Surabaya

Ada yang menarik, saat pemeriksaan pada Isdiana saksi dari termohon,di hadapan monitor ada beberapa pertanyaan yang di lontarkan, salah satunya “Anda pernah melakukan pembinaan di tempat usaha klien kami, atau anda sedang berada di TKP saat penggeledahan terjadi ?,tanya Nata Saeha Saputra

“Jawabnya tidak pernah,”kata Isdiana.

Atas dasar apa ? anda memberi kesaksian di forum persidangan ini ?,” Tanya Nata Saeha Saputra PH Nadhir.

“Rekan saya yang pernah datang ke tempat terdakwa dengan Polisi,”jawab Isdiana saat sidang daring Berlangsung.

Usai menggali keterangan dari saksi-saksi,Sidang yang di pimpin Majelis Hakim Erhammudin Sebelum persidangan di tutup, pihaknya bertanya pada terdakwa.

“Apa benar saudara terdakwa, dari keterangan semua saksi yang dihadirkan ?,” Tanya Hakim.

Baca:  Disdikbud Sebut Atap SDN Dukuhklopo Jombang Sengaja Dirobohkan, Ini Faktanya

Ada yang mulia,bantah terdakwa.

“Bahwa saksi dari termohon tidak pernah datang ke rumah saya,”bantah Nadhir.

Agenda sidang lanjutan pokok perkara tersebut akan dilaksanakan pada hari Selasa (29/9) pekan depan.

Sebelum Majelis Hakim Mengetok Palu.Pertanda sidang di akhiri.

Pemimpin Sidang tersebut, membacakan permohonan Pengalihan Penahanan saudara terdakwa dari Rutan kelas II B,ke tahanan kota,dan mengabulkannya.(Irw)