Misteri Room 221 Royal KTV, 10 Orang Diamankan Polrestabes Surabaya

Room 221 Royal KTV Saat Dirazia Tim Covid Hunter

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Tetap nekat beroperasi pada jam malam di masa pandemi, sebuah rumah karaoke Royal KTV, Jalan Embong Malang, Surabaya dirazia oleh Tim Covid Hunter Polda Jatim, Rabu dini hari (23/9/2020).

Dalam razia tersebut, petugas mendapati diduga adanya kegiatan praktik prostitusi di salah satu kamar (Room 221). Didalamnya ada satu orang laki-laki dan seorang perempuan dalam keadaan pintu terkunci dari dalam.

Ketika Tim Covid Hunter mencoba membuka kamar tersebut, dalam waktu bersamaan ada salah seorang oknum yang mengaku bahwa dirinya merupakan anggota Narkoba Polda Jatim.

Kepada petugas, oknum tersebut mengaku bahwa didalam ruangan sedang dilakukan proses lidik (penyelidikan).

“Gak usah dibuka, saya dari Narkoba Polda mau lidik karna ada indikasi (adanya penyalahgunaan narkoba),” kata salah sumber dilokasi menirukan kalimat yang dilontarkan oknum saat melarang petugas masuk.

Baca:  188 ABK Asal WNI Berlabuh Di Dermaga Kolinlamil, Selesai Di Observasi Covid-19  

Siapakah di dalam, apakah ada perwira Polri? Sempat dilakukan mediasi antara oknum dengan seorang perwira Polda Jatim sekaligus selaku Ketua Tim Operasi Yustisi, Kompol Slamet. Dan kemudian rombongan Tim Covid Hunter membubarkan diri.

Selain itu petugas juga menemukan sejumlah KTP tak bertuan serta alat kontrasepsi dalam rumah karaoke Royal KTV. Dari hasil razia ini, ada sekitar 15 orang dibawa ke Mapolrestabes Surabaya.

Dari 15 orang terdiri dari 5 wanita LC, manajer dan sisanya pegawai Royal KTV. Petugas hanya memperbolehkan pulang terhadap 5 wanita Ladies Companion (LC) dengan menyita KTP milik mereka.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran membenarkan, total orang yang terjaring Operasi Yustisi dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya oleh petugas Satpol PP Provinsi Jatim itu sebanyak 10 orang.

Baca:  Dilema Petani Padi, Panen Melimpah Harga Anjlok

“Itu yang bawa pihak (Satpol PP) Pemprov berjumlah 10 orang. Terdiri dari pegawai dan pihak manajemen (Royal KTV),” terang Sudamiran ketika dikonfirmasi Kanalindonesia.com, Rabu (23/9/2020).

Sementara itu, Kasat Pol PP Pemprov Jatim, Budi Santosa mengatakan, terkait Pergub No.53 Tahun 2020 dan Perwali No.33 Tahun 2020 yang mengatur tentan penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid 19, jelas Royal KTV sudah melanggar dan patut diberi sanksi tegas.

“Pengelola Royal KTV sudah melanggar aturan yang sudah ditetapkan Gubernur dan Wali Kota, karena itu kami tindak tegas. Apalagi mereka (pengelola) tidak koorperatif pada petugas,” jelas Kasat Pol PP Jatim.

Sebagai tindak lanjut, sambung Budi, Polrestabes Surabaya akan melakukan penyegelan terhadap tempat karaoke Royal KTV.

Baca:  Surabaya Raya Dijadikan Prioritas Sasaran Operasi Yustisi

“Besok tempat karaoke Royal KTV akan disegel oleh Polrestabes Surabaya,” pungkasnya.