Sempat Kabur 5 Bulan, Pelaku Pencabulan di Sampang Diamankan Polisi

Rilis Kasus Pencabulan Digelar Polres Sampang, (foto: Ady_kanalindonesia.com)

SAMPANG, KANALINDONESIA.COM: Tim Satreskrim Polres Sampang meringkus satu dari empat pelaku kasus pemerkosaan terhadap Mawar (nama samaran) warga Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura.

Satu pelaku yang ditangkap adalah (inisial) H usia 15 tahun, warga Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Pelaku H ditangkap di rumahnya saat sedang tidur.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengungkapkan dilakukan penangkapan terhadap H setelah satu pelaku lain kasus pemerkosaan Mawar, bernama Perdi (20) yang divonis 10 tahun penjara.

“H ditangkap setelah dilakukan penyelidikan pada 23 September 2020 di tempat tinggalnya sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam penangkapan berlangsung tanpa ada perlawanan. Dia ini sempat melarikan diri ke Malang hampir lima bulan setelah mengetahui Perdi ditangkap,” ujar AKBP Abdul Hafidz saat gelar rilis di Mapolres Sampang, Kamis (24/9/2020).

Baca:  7 Kapolsek dan 1 PJU Polres Sampang Alami Rotasi Jabatan

Dalam kasus ini, H melakukan perbuatan bejatnya kepada korban pada giliran kedua seusai Perdi melakukan rudapaksa. Ia melakukannya bersama kelima rekan lainnya yang saat ini masih dalam status Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Motif H melakukannya karena tergiur melihat tubuh korban dari seringnya tersangka menonton video porno melalui hp miliknya,” terang AKBP Abdul Hafidz.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi identitas empat pelaku lain yang masih buron. Dan sampai saat ini petugas akan terus memburu keberadaan para pelaku yang didominan warga Kabupaten Pamekasan.

“Kami akan terus berupaya dan saat ini sisa pelaku sudah tidak ada di tempat tinggalnya, di mungkinkan mereka kabur ke luar kota,” pungkasnya.

Baca:  Ancam Polisi Lewat Video di FB, Syaifuddin Dibekuk Polres Sampang

Di kesempatan yang sama, Kanit PPA Polres Sampang, Iptu Sujianto menambahkan sebelumnya sudah dilakukan upaya penangkapan hingga penggeledahan ke tempat tinggalnya di Desa Pelengaan, Kabupaten Pamekasan.

Namun dalam upaya itu, keberadaan pelaku tidak ditemukan polisi. “Informasinya pelaku ada di luar kota tapi informasi itu masih belum valid. Bahkan informasi terakhir pelaku ada yang bekerja di Bekasi.

Iptu Sujianto berjanji pihaknya akan terus berupaya untuk meringkus para pelaku. Ia menegaskan jika kasus ini merupakan tanggung jawabnya.

“Kami tetap akan menindak lanjuti karena kasus ini merupakan persetubuhan anak. Kami akan melakukan penangkapan paksa karena ini memang tugasnya PPA,” pungkasnya.

Untuk diketahui, kasus yang dialami oleh korban berawal dari perkenalan di media sosial Facebook. Mereka lantas melakukan pertemuan oleh salah satu pelaku dan pada akhirnya korban diajak ke Pamekasan dan dilakukan rudapaksa.

Baca:  Ratusan Sembako dan Ribuan Masker Dibagikan Satlantas Polres Sampang di Puncak Hari Jadi Lalu Lintas ke-65

Untuk mempertanggungjawabkan kelakuannya, maka tersangka dijerat dengan pasal, 81 Subs 82 UU RI No 17 Tentang Peraturan Pemerintah pengganti UU RI No 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. Ady