Alamak…Mantan Kepala Dinas Diamankan Polres Ngawi Karena Edarkan Ratusan Juta Upal

NGAWI, KANALINDONESIA.COM:  Satreskrim Polres Ngawi mengamankan SMJ(55) warga Desa Tianak Utara, Kecamatan Kedungpring, Lamongan, SMD(63) warga Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Madiun dan SKM (61) asal Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Ngawi, karena ketiganya diduga terlibat dalam peredaran uang palsu (upal) mencapai ratusan juta. Dari ketiga pelaku yang diamankan salah satunya adalah mantan kepala dinas di lingkup Pemkab Madiun.

Daalam kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa upal mencapai Rp546.100.000,-.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama mengatakan, peredaran upal berhasil diungkap dari salah satu agen BRI Link di Kecamatan Pangkur.

“Modusnya disetorkan melalui agen BRI Link yang tanpa buku tabungan maupun ATM itu. Transfernya sudah empat kali,” terang AKP I Gusti Agung Ananta Pratama, Senin, (28/09/2020).

Baca:  Polres Ngawi Tangkap Pelaku Pembuangan Bayi

Jelas I Gusti Agung, salah satu terduga pelaku (SMD) memerintahkan ke SKM bahwa upal yang diterimanya itu ditransferkan lagi melalui BRI Link ke rekening istrinya yang ada di Madiun. Dari empat kali transfer itu totalnya mencapai Rp 44.500.000,-. Dan SKM sendiri menerima upah dari SMD mencapai Rp800.000,- dengan hitungan setiap kali transfer mendapat Rp200.000,-.

“Kita terus melakukan pengembangan dari kasus tersebut untuk mengungkap sindikat pengedar upal,” ungkap I Gusti Agung.

Atas perbuatanya, para terduga pelaku pengedar upal akan dijerat dengan pasal berlapis seperti Pasal 26 Jo Pasal 36 UURI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang demikian juga Pasal 245 Jo Pasal 55 KUHP. Dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. I Gusti Agung berharap masyarakat untuk ekstra waspada terhadap peredaran upal dengan mengenali ciri-ciri upal itu sendiri. (KI-01)

Baca:  Luar Biasa DPRD Gresik Meninjau Desa Wisata, OPD Terkait Kurang Serius