Setelah Viral, Akhirnya yang Menemukan KK Bungkus Tempe Jelaskan ke Media

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Setelah beberapa hari Viral di facebook dan Media, akhirnya penemu Bungkus Tempe menjelaskan ke Media hari ini Senin (28/9/2020) di rumahnya.

Tepat di Desa Nongkodono Kecamatan Kauman Ponorogo akun facebook atas nama Hery Pradana RI menemukan tempe dengan bungkus Kartu Keluarga (KK).

Arini yang menemukan Kartu Keluarga untuk bungkus tempe mengatakan,”saya beberapa hari yang lalu itu beli tempe di dipasar, tapi pas seketika beli itu saya tidak tau kalau bungkusnya dari Kartu Keluarga (KK) itu, dan setelah di rumah baru tau kalau bungkus tempe itu ternyata Kartu Keluarga (KK) dari berbagai wilayah di wilayah Ponorogo. Saya juga kaget Mas, dan akhirnya di uploade suami saya di Facebook itu Mas,”katanya.

Baca:  DPU Ponorogo Mulai Lakukan Pemotongan Rangka Baja Pasar Songgolangit yang Terbakar

“Tujuan di uploadnya pada facebook itu sebenarnya untuk agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait dan pihak terkait yang berwewenang terkait Kartu Keluarga itu tidak sembrono. Data itu kan penting, akhirnya saya amankan dan terus saya bakar dan takut disalah gunakan. Seharusnya itu bahan rahasia negara dan takut nanti tersebar untuk di gunakan sebagai punjaman online atau registrasi kartu. Semuanya adalah KK asli dan berada di wilayah Ponorogo ini,”terang Arini.

Lebih lanjut Kepala Desa Nongkodono Kecmatan Kauman Ponorogo juga menjelaskan,”saya selaku pemerintah Desa Nongkodono mengucapkan apresiasi karena sudah mengkritisi dengan adanya sebuah keluhan sebuah Kartu Keluarga yang di buat bungkus tempe. Mudah-mudahan karena Kartu Keluarga itu adalah dokumen bagi keluarga yang sangat rahasia, maka dari itu semoga tidak terulang kembali. Yang seharusnya dapat dimusnahkan tapi dikeluarkan untuk bungkus tempe itu. Soalnya bagi mereka, penjual tempe atau pembeli tempe itu pasti dapatnya bungkus itu dari mana tidak tau dan otomatis pasti belilah bungkusnya itu,”jelasnya.

Baca:  Plt Sekda Trenggalek Tekankan Orang Tua Canangkan Gernas Baku

“Bungkus berupa kertas itu tidak mungkin mencari, dan pasti beli. Saya menggaris bawahi saja, tolonglah kepada yang berkaitan untuk data masyarakat kususnya KK itu jangan sampai ter ekspose keluar apalagi sampai digunakan untuk bungkus tempe. Dan kalau melihat KK itu dari berbagai Kecamatan, bilangnya mbak Arini tadi ada yang dari Jetis, ada yang dari Balong, dari Sooko, dari Pulung dan sebagainya. Mungkin yang mengeluarkan itu adalah dari Dukcapil,”terang Kades Nongkodono yang mendampingi warganya yang menemukan tempe bungkus KK tersebut. (Amar)