Bawaslu Ponorogo Panggil Sejumlah Saksi Terkait Laporan Pelanggaran Pemilu

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ponorogo setelah menerima laporan dari masyarakat terkait dengan pelanggaran Pemilu beberapa waktu lalu, Rabu (30/9/2020) memanggil beberapa Saksi.

Sampai dengan siang ini tadi sudah 4 saksi yang dipanggil dan rencananya yang akan dipanggil oleh Badan Pengawas Pemilu sebanyak 9 saksi dan diantaranya para petinggi di Kabupaten Ponorogo.

Petinggi di Kabupaten Ponorogo yang juga dipanggil sore nanti diantranya kepala BPKAD, Sekda dan ketua DPRD.

Salah satu saksi yang juga pelapor, Engki Bastian setelah memberikan keterangan kepada Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Ponorogo mengatakan,” jadi hari ini saya dipanggil oleh Bawaslu untuk dimintai keterangan dan ada sekitar 30 pertanyaan yang saya jawab terkait dengan pengaduan saya, pelanggaran kampanye hutang R200 miliar yang dilakukan oleh petahana,”katanya.

Baca:  Warga Asal Jakarta Berstatus ODP Covid-19 Kabur Masuk Kota Surabaya

Lebih lanjut dikatakanya,” pertanyaannya normatif saja, jadi bagaimana saya melaporkan dan bagi saya tidak ada yang terlalu urgent pertanyaannya. Karena itu hanya tahapan-tahapan saya ketika melapor saja. Setelah ini ditindak lanjuti dan nanti kalau ada kekurangan-kekurangan saya akan dipanggil lagi, jadi terkait hutang itu seperti apa dan merugikan siapa. Dalam hal ini sebenarnya merugikan kami dari paslon 01, jadi itu yang akan kami berikan keterangannya kepada Bawaslu beberapa hari kedepan,”terang Engki.

Sementara itu, saksi lain yang juga dipanggil adalah Agung Priyanto mengungkapkan terkait pemanggilannya,” hari ini saya dipanggil sebagai anggota badan anggaran DPRD Kabupaten Ponorogo. Yang kaitannya dengan mekanisme bagaimana pembahasan anggaran, dan saya jelaskan kita memang tidak tahu, karena selama ini tidak pernah dilibatkan di dalam kontek pinjaman kepada PT. SMI dan tidak pernah tahu. Baru kemarin waktu evaluasi gubernur mekanisme seperti apa dan baru mengetahui kemarin setelah dijelaskan oleh Sekda waktu rapat evaluasi PAPBD tahun 2020,” ungkapnya.

Baca:  Jelang Pendaftaran Ke KPU, Pasangan Sugiri Sancoko Lisdyarita Gelar Istighosah

Agung juga menambahkan,”tadi saya diberi sekitar 30 pertanyaan dan yang saya tahu ya akan saya jawab tahu dan kalau tidak tahu ya saya jawab tidak tahu. Karena sejak awal memang kita tidak pernah dilibatkan dalam kontek hutang Rp200 miliar ini,”tambahnya.

Koordinator Penanganan Pelanggaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ponorogo Marji menerangkan,” Bawaslu Ponorogo setelah mendapat laporan terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon, hari ini sudah kita tindaklanjuti dengan menghadirkan beberapa pihak-pihak terkait dan termasuk dari ketua dan anggota Banggar DPRD Kabupaten Ponorogo. Kita beri undangan untuk memberi keterangan terkait dengan laporan yang telah disampaikan oleh salah satu tim kampanye pasangan calon,” terangnya.

Baca:  Satlantas Polres Pasuruan Raih Penghargaan Dalam Giat Ops Zebra 2017

Dikatakanya,”nanti sore juga ada beberapa pihak-pihak yang kita hadirkan di Bawaslu kabupaten Ponorogo untuk menyampaikan klarifikasi dengan atas laporan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon. Dan hari ini ada 9 orang dan pagi ini sudah 4 orang dan sore nanti sekitar 5 orang,”tambah Marji. (Amar)