Merasa Tak Dibantu Pemkab, Ratusan Warga Terdampak Bendungan Bagong Trenggalek Lakukan Aksi Demo di PN

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Ratusan warga terdampak pembebasan lahan peruntukan proyek nasional Bendungan Bagong di wilayah Desa Sumupurup, dan Desa Sengon Kecamatan Bendungan kembali melakukan demostrasi ke Pengadilan Negeri (PN) Trenggalek, Kamis,(1/10).

Pasalnya, hingga kini harga yang ditawarkan kepada warga dinilai terlalu rendah dan sama sekali merugikan bagi warga.

“Masa mereka menaksir cuman Rp150 rb per meternya, kami dapat apa?”ujar, Slamet , (43),salahsatu warga terdampak asal RT 13 RW 7 Dusun Winong, Desa Sumurup kecamatan setempat.

Selain itu lanjut Slamet , dirinya bersama dengan warga lainnya hingga kini merasa tidak pernah memperoleh bantuan dari Pemkab Trenggalek dalam mencari keadilan.

“Bantuan dari pemlab sama sekali belum pernah ada,”tegasnya.

Baca:  TMMD 105 di Trenggalek Sasaran Pertama Rehab Mesjid dan Rabat Jalan

Ditambahkan dia, kini pihaknya kecewa terhadap pemerintah dan bertekad akan tetap mempertahankan tanahnya sama tuntutannya dikabulkan pihak tim appresial selaku pihak yang telah ditunjuk Pemkab Trenggalek.

“Kami akan terus melanjutkan aksi ini sampai tuntutan harganya dipenuhi yakni Rp 400 ribu per meter persegi,”tandasnya.

Sementara dari pantauan media, aksi yang dilakukan warga terdampak telah dilakukan untuk ketiga kalinya. Dimana aksi pertama dilakukan di kantor Kabupaten Trenggalek Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Hari ini kami melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi yang sebelumnya telah dilakukan sidang beragendakan pembacaan tuntutan,”ucap Haris Yudianto, kuasa hukum warga.

Kini proses pembangunan Bendungan Bagong yang menelan biaya Rp 1,6 Triliun bersumber dari APBN pusat dan ditangani Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas ini masih terkatung -katung sejak ditinggalkan Bupati Emil yang melenggang di kursi Jatim dua.

Baca:  Pameran Foto Nginceng Tegal Kurma

Penulis :eny suprapti