Akibat Layangan, Listrik 7 Daerah di Jatim Padam

MADIUN, KANALINDONESIA.COM: Layang-layang akibat putuskan jaringan listrik di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Nganjuk, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Pacitan Trenggalek, sempat padam, Sabtu (3/10/2020) pukul’ 16.03 malam lalu. Tak pelak, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) langsung bergerak cepat menangani gangguan pada jalur transmisi tegangan tinggi dan ekstra tinggi (SUTT/SUTET) penghantar Nganjuk-Manisrejo 150 kv.

“Gangguan terjadi pukul 18.03 wib ini mengakibatkan padamnya 12 gardu Induk di wilayah kerja PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun menyuplai listrik ke Jawa Timur sisi barat termasuk Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Nganjuk dan daerah sekitarnya,” jelas Dwi Sugeng Prihartono Senior Manager SDM dan Umum PT PLN (Persero) UIT Jawa Bagian Timur dan Bali dalam siaran persnya, Minggu (4/10/2020).

Baca:  Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Benowo

Berdasarkan hasil investigasi cepat Tim UPT Madiun di jalur SUTT 150 kV Manisrejo-Nganjuk, ditemukan layang-layang di Dusun Pencol, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun dan berhasil mengamankan sebuah layang￾layang yang tersangkut di jaringan SUTT. Gerak cepat Tim UPT Madiun membuahkan hasil dimana pemadaman bisa pulih seluruhnya pada pukul 19.56 WIB.

Upaya PLN giat mensosialisasikan  Ia menegaskan bermain layang-layang dengan aman” pada masyarakat baik melalui media sosial, media elektronik radio dan televisi, media cetak serta sosialisasi langsung pada warga sekitar jalur SUTT/SUTET semata-,mata demi kemanan para warga masyarakat dan keandalan pasokan listrik.
Hantaran listrik 70.000 Volt, 150.000 Volt dan 500.000 Volt; sangat berbahaya bila terjadi risiko tidak diinginkan.

Baca:  Dewan Trenggalek Minta Siswa SMA/SMK Serius Ikuti USBN

Mengacu Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, setiap orang akibat kegiatannya, mengakibatkan terputusnya aliran listrik sehingga merugikan masyarakat, diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp2.5 miliar.

Sedangkan aturan ruang bebas atau jarak aman dari jaringan listrik berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No 02 Tahun 2019 tentang Ruang Bebas dan Jarak Bebas Minimum pada Saluran Udara Tegangan Tinggi, dilarang membangun bangunan dan
menanam tanaman yang memasuki ruang bebas minimum serta dilarang bermain layang-layang menggunakan benang konduktif, disekitar jalur transmisi (SUTET/SUTT) karena dapat membahayakan keselamatan jiwa dan dapat mengganggu kontinuitas penyaluran listrik kepada masyarakat.

“Meskipun kita berada dalam situasi pandemic Covid19, petugas PLN selalu siaga berpatroli rutin mengamankan jalur pasokan listrik khususnya jaringan tegangan tinggi SUTT dan SUTET. Kami selalu menghimbau pada warga agar selalu waspada dalam bermain layangan ataupun balon udara, menjauh dari jaringan listrik, agar warga aman dari risiko bahaya tersangkut jaringan listrik,”tandas Suroso, General Manager PLN UIT JBTB.

Baca:  Surplus 1346 MW, PLN Siap Dukung Pertumbuhan Investasi Sumatera Utara

Berikut yang dapat dilakukan agar pemain layang-layang dapat bermain
dengan aman yaitu menjauh dari jaringan listrik, menghindari menggunakan material berbahaya, misal benang/rangka sejenis kawat terlebih ukuran lebih dari 1 meter. Lalu, menurunkan layangan setelah selesai bermain dan tidak meninggalkan layanga selagi diterbangkan. (Abas)