Aksi Warga Desa Sumbernongko Tuntut Kartu KIS, Berujung Bentrok dengan Aparat Kepolisian

Caption foto : -warga saat memaksa masuk kantor balai desa dan dihadang petugas Kepolisian yang berjaga,- mediasi antara warga, camat, kades, dan bidan desa

KANAL INDONESIA.COM JOMBANG : Puluhan warga Desa Sumbernongko, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang mendatangi kantor Balai Desa setempat, hal ini berkaitan dengan adanya keterlambatan penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang seharusnya sudah dibagikan pada warga, yang berhak menerima kartu KIS tersebut.

Puluhan warga yang didominasi oleh lansia dan ibu-ibu ini memaksa masuk ke kantor Desa untuk menemui Kepala Desa setempat, dan menanyakan secara langsung terkait keterlambatan penyaluran kartu KIS, namun saat hendak memasuki Kantor Desa, warga dihalang-halangi oleh petugas Kepolisian yang sedang berjaga untuk mengamankan jalannya aksi tersebut, sehingga terjadi aksi saling dorong dan berujung ricuh, pasalnya salah satu pengunjuk rasa terkena pukul oleh aparat Kepolisian yang sedang berjaga, sehingga keadaan semakin panas.

Baca:  Hadiri Acara Maulid Nabi, AKBP Arsal Jadi Rebutan Swafoto

Beruntung Kapolsek Ngusikan dan kordinator aksi mampu melerai dan meredam kejadian tersebut, dan akhirnya petugas Kepolisian mempersilahkan perwakilan demonstran untuk bermediasi dengan Camat dan Kepala Desa di ruangan pendopo setempat.

Salah satu warga desa Sumbernongko, Istining (37) mengungkapkan jika aksi demo ini dilatarbelakangi oleh yang tidak transparan dalam penyaluran kartu KIS untuk masyarakat.

” masyarakat tidak mendapatkan dana bantuan tentang kesehatan, padahal dalam data kartu indonesia sehat seharusnya warga itu dapat malah kartu tersebut tidak diberikan, “ ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jono (50) warga desa Sumbernongko ini meminta agar kepala desa bersikap transparan dan tidak tebang pilih dalam penyaluran dana bantuan apalagi dikaitkan dengan persoalan tidak mendukung pada pilkades beberapa waktu yang lalu.

Baca:  4 Balon Pilkades Waimital Resmi Mendaftar

” Saya ini tercatat penerima dana bantuan KIS, akan tetapi kenapa tidak diberikan dan disalurkan. Sehingga saya berobat dengan hutang kesana kemari,” tegasnya.

Masih menurtu Jono,” Padahal saya tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan penyakit saya. Dengan kondisi saya yang cacat dan tak mampu bekerja optimal untuk mengais rezeki. Sudah satu tahun KIS itu belum disalurkan. Apa ini berkaitan dengan dukungan pemilihan waktu itu, yang membuat tebang pilih dana bantuan untuk masyarakat,” pungkasnya.

Sumartono selaku Kepala Desa Sumbernongko saat dikonfirmasi kanalindonesia.com menuturkan bahwa,” Untuk KIS itu sudah saya serahkan sepenuhnya di Bidan Desa, dan kartu itu masih diklarifikasi lagi, didata dan di kroscek, agar pendistribusiannya tepat sasaran, dan tidak ada warga yang seharusnya menerima kartu tersebut, tapi tidak mendapatkan,” ungkapnya.(10/03/2017).

Baca:  Siapa Sosok Dibalik Update Peta Corona Kabupaten Ponorogo? Baca selengkapnya...

Saat ditanya terkait data faktual dan kewenangan bidan Desa dalam penyalurannya kartu KIS tersebut, Kades Sumartono mengatakan,” Sudah di bidan Desa kartu KIS nya, dan saya kurang tahu bagaimana pendataannya dulu, karena untuk urusan kesehatan sudah saya serahkan pada pihak-pihak yang memang sesuai dengan tupoksinya, dan untuk pendistribusian kartu KIS, sudah disalurkan tapi belum 100 persen, sebagian masih belum dibagikan karena dikroscek dan kartunya ada di bidan Desa,” pungkasnya.

Setelah puas mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa, Camat, serta bidan Desa, warga akhirnya membubarkan diri, dan pulang ke rumah masing-masing.(elo)