Bakul Angkringan di Ponorogo Gagahi Gadis di Bawah Umur Hingga Hamil

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Polres Ponorogo gelar rilis terkait pencabulan yang dilakukan oleh bakul angkringan yang gagahi anak di bawah umur hingga hamil dan melahirkan di wilayah Kecamatan Slahung Ponorogo, Jum’at (16/10/2020)

Sebelumnya orang tua korban melaporkan ke Sat Reskrim Polres Ponorogo tentang anak gadisnya yang masih dibawah umur telah diperlakukan layaknya suami istri hingga hamil.

Mendapati laporan tersebut anggota Sat Reskrim Polres Ponorogo hanya butuh waktu beberapa hari untuk menangkap pelaku yaitu AR (23) yang sudah pernah memiliki istri dengan menghamili duluan dan menelantarkan istri dan anaknya tersebut hingga saat ini.

Disisi lain, bakul angkringan ini berkenalan dengan korban melalui media sosial lalu diajak ketemu dan dibujuk rayu hingga diajak berhubungan layaknya suami istri.

Baca:  MSA Gagal Dijemput, Kapolda Irjen Luki Hermawan: nanti saya sendiri yang menjemput

Kapolres Ponorogo AKBP Mochammad Nur Azis melalui Kasat Reskrim AKP Hendy Septiadi saat rilis mengatakan,” pelaku ini bakul angkringan, dengan mudahnya melalui media sosial berkomunikasi sehingga gampang dengan bujuk  rayu. Saat untuk melakukan hubungan tersebut, ada bahasanya “yuk kelon” dalam bahasa jawanya. Dan dari pihak perempuan juga ada keterangannya kalau sama-sama mau. Namun dalam hal ini karena si anak ini korban sesuai peraturan perundangan dengan anak di bawah umur ,”katanya.

Ditambahkanya,” pelaku ini juga sudah punya istri dan dia juga ada pengaduan terkait istrinya, karena menelantarkan. Tapi ini masih kita proses penyelidikan, karena masih awal pengaduan dari istri yang pertama,” tambahnya.

Baca:  IPC Jombang Bersama Yayasan Al Chosiah, Peringati Hari Disabilitas Internasional

Guna mempertanggungjawabkan perbuatanya tersebut, pelaku terancam dengan pasal 81 ayat 2 atau pasal 82 ayat 1 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Amar)