Dukun Cabul Asal Menganti Gresik Diamankan Polisi

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Dengan modus memberi jimat pada kirban sebut saja Melati (16) warga Kesambi,Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kakek bejat MK (53) warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, ditangkap Satreskrim Polresta Sidoarjo lantaran mengaku sebagai dukun yang bisa membantu memberi kekebalan tubuh pada Melati dan mencabulinya.

Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Juni 2020 lalu, di rumah Melati, dukun cabul itu bilang pada Melati kalau mempunyai jimat berbentuk cambuk kecil yang terbuat dari tembaga. Manfaat dari jimat tersebut banyak sekali, yang akan diberikan pada Melati.

Setelah kakek bejat itu memberikan jimat pada korban, ia berpesan, untuk selalu membawanya ke manapun Melati Pergi, setelah itu, dukun cabul mengajak melati untuk beli bunga.Sesampainya di rumah melati, dukun cabul itu mengajak melati masuk kamar, tapi di tolaknya.

Baca:  Fokus Pertumbuhan Ekonomi, Presiden Minta Jajarannya Tingkatkan Iklim Investasi

Dengan dalih”ayo reneo tak benakno vaginamu ben gak di gawe wong lanang (Jawa),datang ke sini (kamar melati) saya jampa-jampi vaginamu biar terjaga dari lelaki hidung belang” melati sempat menolak, namun oleh kakek bejat itu melati di kasih minum dan akhirnya nurut.

Tak hanya di lakukan ke Melati, namun dukun dan cabul tersebut juga melakukan hal yang sama pada pembantu korban Mawar (41tahun).

Merasa ada yang janggal, melati melapor ke Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Saat jumpa pers digelar, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Sumardji membenarkan adanya tindak pidana persetubuhan yang terjadi.

“Apapun dalihnya itu melanggar hukum dan harus di tindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku,”tegasnya.

Baca:  Amankan May Day, Satlantas Polres Mojokerto dan Mojokerto Kota, Lakukan Rapat Kordinasi

Dari tindak pidana pencabulan yang dilakukan oleh kakek bejat tersebut, polisi dapat mengamankan sejumlah barang bukti antara lain.(satu) potong baju lengan pendek warna hitam
– 1 (satu) potong celana kain ¾ warna coklat
– 1 (satu) potong celana dalam warna merah
– 1 (satu) potong BH warna biru
– 1 (satu) buah sikep (jimat) berupa cambuk kecil yang terbuat dari tembaga.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dukun cabul tersebut di jerat dengan pasal Pasal 81 dan atau Pasal 82 UURI No. 35 tahun 2014 tentang
perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan paling singkat 3 (tiga) tahun dan denda
paling banyak Rp. 300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) dan paling sedikit Rp. 60.000.000,00
(enam puluh juta rupiah).

Baca:  Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Seorang Kasek di Bangkalan Dijebloskan ke Hotel Prodeo