Pelaku Pencemaran Nama Baik di Obrolan Wong Pacitan ( OWP) Minta Maaf kepada Seluruh Intitusi Polri

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Institusi Polri khususnya jajaran Polres Pacitan Jawa Timur dicemarkan dengan ujaran kebencian yang dilakukan oleh salah satu anggota pengguna WhatsApp dengan nama group “Obrolan Wong Pacitan (OWP).

Akibat ulah asal share tersebut, Satuan Reskrim Polres Pacitan langsung bergerak cepat dengan segera melakukan penyelidikan dan proses pelacakan terhadap pengguna WhatsApp, dengan nama Sainci. Terakhir diketahui, nama asli pemilik akun tersebut Mohamad Ichlas (63), warga Dusun Kradenan, Desa Bangunsari, Kecamatan Pacitan.

Pria yang memposting ujaran kebencian yang mengarah ke Institusi Kepolisian itu diamankan oleh Sat Reskrim (Tim Buser) Polres Pacitan, pada Jumat ( 9/10/2020 ) kemarin.

Selanjutnya, pemilik akun Sainci tersebut dibawa ke Polres dan diperiksa serta dimintai keterangan lebih lanjut.

Kasatreskrim Polres Pacitan, AKP. Juwair menyampaikan,”penangkapan terhadap pemilik akun Sainci karena pelaku dengan sengaja memposting pernyataan luapan kebencian terhadap Polres Pacitan melalui grup WhatsApp ” Obrolan Wong Pacitan ” yang beranggotakan sekitar 257 anggota,” terangnya.

Baca:  Penggunaan Dexamethasone dan Hydroxychloroquine pada Pasien COVID-19

Ujaran mengarah ke ungkapan fitnah tersebut diposting oleh pelaku, pada Selasa (06/10/2020 ) pukul 04.00 WIB. Postingan itu mengundang perhatian anggota lainnya dan pelaku tidak segera menghapusnya.

” Pada postingan yang Ia unggah dalam group WhatsApp, akun Sainci adalah sebuah foto anggota polisi dan bertuliskan ” Seragam ini yang menjadi anjing pelacur Politik, Seragam ini juga yang membunuh anak bangsa yang menyuarakan kebenaran, Seragam ini juga pelindung cukong cina yang memfitnah ulama dituduh sebagai teroris, Seragam ini penghianat bangsa Indonesia ” itu yang di unggah pelaku,” ujar Kasatreskrim.

Saat pers rilies di Polres Pacitan, di hadapan Kasat Reskrim Polres Pacitan , AKP. Juwair bersama jajaran Polisi lainnya pada Jumat (16/10/2020 ) pelaku secara resmi menyampaikan permintaan maaf langsung dihadapan jajaran Polisi dan disaksikan para awak media.

Baca:  Bawaslu Trenggalek Ajak Masyarakat Lakukan Pengawasan Partispatif Pemilu 2019

” Dengan ini saya atas nama keluarga dan saya pribadi, saya memohon maaf kepada seluruh jajaran Kepolisian seluruh Indonesia, khususnya jajaran Polres Pacitan. Atas kecerobohan dan kekhilafan saya, maka saya tidak akan mengulangi lagi, saya sangat menyesal telah mengaploud di group WhatsApp ” Obrolan Wong Pacitan ” dan saya telah menghina intitusi Polri, yang sesungguhnya Polri adalah pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat yang baik. Untuk itu, atas perbuatan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi dan saya akan mendukung program serta tugas Polri,” itu permintaan maaf pelaku.

Ia (red-pelaku) juga menambahkan, ” saya sangat berterima kasih, ternyata pelayanan Polri ini tidak benar apa yang diisyukan kalau Polri tidak mendukung program pemerintah. Dan sebenarnya Polri sangat komunikatif dan koperatif dalam mengayomi serta melindungi dan melayani masyarakat,” pungkas Muhamad Iklas dalam permintaan maafnya, Jumat (16/10/2020).

Baca:  Presiden Buka Puasa Bersama dengan TNI dan Polri

Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Juwair menjelaskan, dalam KUHP, Setiap orang yang dengan sengaja dan menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku agama, Ras dan antar golongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam rumusan pasal 45 A ayat 2 UU. RI. No. 19 tahun 2016.tentang perubahan UU. RI.No.11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 ( satu miliar rupiah ),” pungkasnya. (Lc)