Ratusan Pendemo Tolak UU Ciptaker Omnibus Law di Surabaya Hasilnya Negatif Covid-19

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko Saat Pantau di Lokasi Unras Tolak UU Ciptaker Omnibus Law Depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, (foto: Ad_kanalindonesia.com)

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Usai menjalani swab tes, sebanyak 182 orang yang diamankan polisi saat unjuk rasa tolak UU Cipta Kerja di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (20/10) kemarin, hasilnya dinyatakan negatif Covid-19.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, setelah hasil swab tes dinyatakan negatif Covid-19, maka para pendemo yang diamankan ini diperbolehkan pulang.

“Setelah didata serta dilakukan swab tes dan hasilnya negatif Covid-19 semua. Kemudian kami data ulang, lalu dipulangkan,” ujar Trunoyudo dikutip Kanalindonesia.com di Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2020).

Truno menjelaskan diamankannya ratusan orang tersebut merupakan antisipasi terjadinya aksi unjuk rasa tolak UU Ciptaker susulan seperti pada kericuhan pada unjuk rasa sebelumnya di depan Gedung Grahadi, (8/10/2020) lalu.

Baca:  Kasus Investasi Bodong di Sidoarjo Diungkap Polda Jatim, Korban Merugi Miliaran Rupiah

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu merinci pendemo yang diamankan polisi berjumlah 182 orang, terdiri dari 24 orang dari elemen buruh, 26 orang mahasiswa, 27 orang pengangguran, 74 siswa SMA/MA, 24 siswa SMP/MTs, dan satu orang lulusan SD, kemudian 6 orang berprofesi wiraswasta.

Selain itu, dari total 182 orang yang diamankan, polisi melakukan penyelidikan terhadap satu orang yang kedapatan membawa botol pecah berbau minyak tanah serta dibungkus plastik.

“Kami mengamankan sejumlah barang bukti dari ratusan orang ini, seperti botol pecah berbau minyak tanah dibungkus plastik. Setelah dilakukan pendataan, mereka dipulangkan,” katanya. Ady