MPA: Munaslub Sebagai Jawaban dan Titik Terang Kisruh ASITA

Ophan Lamara (tengah) pada press conference sedang memaparkan bakal digelarnya penyelenggaraan Munaslub ASITA, di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Senin, 26 Oktober 2020 anggota Asosiasi Perusahaan Wisata Indonesia (ASITA) akan menggelar Munaslub (Musyarawah Luar Biasa) baik secara online maupun tatap muka langsung di Ballroom Atria Hotel Gading Serpong, Tangerang.

Munaslub yang digagas Majelis Penyelamat ASITA (MPA) mewakili Dewan Pimpinan Pusat ASITA 1971 diharapkan menjadi jawaban dan titik terang atas kisruh internal ASITA yang melahirkan dua kubu yakni ASITA 1971 dan ASITA 2016.

Ophan Lamara sebagai Deklarator Majelis Penyelamat Asita (MPA) mengatakan terbentuknya MPA ini sebagai gerakan moral atas kebuntuan komunikasi dengan Ketua Umum dan Kepengurusan DPP ASITA periode 2019-2024 yang kemudian dikenal ASITA 2016 karena menggunakan akte pendirian tahun 2016 menggantikan Akte Pendirian 1971 yang menjadi pedoman terbentuknya ASITA.

“Munaslub ini bisa menjadi jawaban dan titik terang atas kisruh yang terjadi selama satu tahun belakangan ini antara kami dengan Pimpinan Rusmiati dengan pendirian akta pendirian baru ASITA 2016. Dan ini sebagai bentuk perlawanan moral terhadap kesewenang-wenangan, kediktatoran, tindakan liar yang dilakukan oleh Ketua dan orang-orang DPP,” ungkap Ophan dalam press conference di Jakarta, Sabtu (24/10/2020).

Baca:  Merasa Mampu, Warga di Lamongan Mengundurkan Diri dari Penerima PKH

Ophan mengimbau kepada seluruh anggota ASITA di seluruh Indonesia untuk ikut ambil bagian dalam sejarah ASITA yang sudah ada sejak tahun 1971.

Menurutnya, ASITA didirikan pada 07 Januari 1971 dan dibuatkan akta pendirian No 17 tanggal 15 Maret 1975 dihadapan notaris Raden Soeratman dan selanjutnya telah didaftarkan dan diregister di PN Jakpus pada 11 Februari 1982.

Ia mengungkapkan Nunung Rusmiati yang sekarang menjadi Ketua Umum DPP ASITA telah lakukan penyimpangan yang sangat diluar nalar.

“Nunung Rusmiati terlibat dalam pembuatan akte pendirian ASITA  2016 dan menghilangkan  nama-nama pendiri ASITA dan dirubah menjadi Asnawi bahar dan pengurusnya Rusmiati,” ungkap Ophan didampingi Joko Purwanto dan Nining yang merupakan Deklarator berdirinya MPA.

“Dan anggota tidak pernah mengamanahkan kepada pimpinan 2016 -2019 dimana Nunung Rusmiati sebagai Sekjennya untuk melahirkan akte pendirian baru. Kalau prosesnya saja sudah salah kenapa itu harus diakui,” paparnya

Baca:  Usai Deklarasi, KITA Banjarmasin Gelar Raker Persiapan Munas di Bandung

Marwah ASITA Hilang

Lebih jauh lagi menurutnya, dalam pendirian akta baru ASITA tidak ada kepentingan industri pariwisata, tetapi malah seperti yayasan sosial, ada panti jompo dan lainnya. Pihaknya pun siap mengkomparasi antara akta tahun 1971 dengan pendirian akta ASITA 2016. Selain itu, transparansi dan akuntabilitas DPP patut dipertanyakan. Dalam Munaslub tahun lalu anggota telah mengamanahkan pada saat voting kedua calon Ketua Umum yang terpilih untuk mampu membuat LPJ ASITA dalam tempo sesingkat- singkatnya.

“Alhasil hingga sampai saat ini mereka belum mampu mempertanggungjawabkan LPJ DPP 2015-2019. Malah mereka mempropagandakan kepada anggota untuk membenarkan dan seolah-olah tidak masalah dengan keuangan tersebut,” kata Opham yang pernah menjabat Wakil Ketua Hubungan Pemerintah DPP ASITA.

Ia menambahkan anggota DPD ASITA diwajibkan membayar iuran yang besarannya berbeda. Misalnya, DPD ASITA DKI Jakarta sudah membayar iuran sebanyak Rp 312 juta,

“Coba bayangkan kalau ada 33 DPD ASITA di seluruh Indonesia berapa itu keuangan yang masuk? Dua DPD ASITA DKI Jakarta dan Bali saja bisa mencapai Rp 400 juta lebih. Semakin gede anggota DPD semakin besar setorannya. Tapi uang ini habis tanpa ada pertanggung jawaban,” ungkap Ophan geram.

Baca:  Padepokan Panembahan Carang Agung Gelar Pawai Obor Dan Kirab Pusaka

Ia mengklaim animo anggota ASITA untuk mengikuti Munaslub ini sangat luar biasa. Karena dilarang offline dari 100, total anggota yang mendaftar secara online mencapai 400 anggota.

“Bagi anggota ASITA yang ingin mengikuti Munaslub bisa mendaftar secara online melalui website https://bit.ly/PendaftaranMunassusMunaslub2020 atau menghubungi kontak person Nining di nomor 0811881212,” tutur Ophan.

Sebagai informasi, Majelis Penyelamat Asosiasi (MPA) Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) telah melaporkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asita periode 2019-2024 Nunung Rusmiati ke pihak Polda Metro Jaya, pada 16 Maret 2020 dengan Nomor : LP/ 1762 / III / YAN.25/2020/SPKT PMJ.

Tak sampai disitu,  Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) DKI Jakarta dan DPD ASITA Bali juga resmi mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 1 Oktober 2020. @Rudi