Berkelas: Bersama para Masyayikh dan Semua Tim, Kita Optimis Mampu Memenangkan Pilkada Sidoarjo

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati nomor urut 03 Kelana – Dwi Astutik (BERKELAS), pada Senin (27/10) mengumpulkan pendukungnya di Rumah Makan Rumadi Jalan raya Krian, Desa Kemangsen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo.

Kali ini pendukung yang di hadirkan lain dari biasanya, yang hadir pada hari ini adalah para guru Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dari empat Kecamatan yakni, Kecamatan Krian, Kecamatan Tarik, Kecamatan Balongbendo dan Kecamatan Taman.

Maksud dan tujuannya adalah menyaring aspirasi guru honorer ustadz dan ustadzah yang ada di masing-masing sekolah, menyangkut masa depan mereka.

Dwi berharap, dengan memperjuangkan status mereka, jika dirinya nanti terpilih jadi Bupati dan wakil Bupati, peran serta mereka dalam berpartisipasi untuk mendongkrak Sumber Daya Manusia (SDM) sangatlah di butuhkan. Baik di sekolah formal dan nonformal.

Baca:  Kuatkan Sinergitas, Polresta Sidoarjo Gelar Perayaan Hari Bhayangkara Ke-73 di Lapangan Koramil Jabon

“Di samping kita berikhtiar bersama dalam kontestasi Pilkada Sidoarjo, sekaligus untuk penguatan SDM masyarakat, karena ini penting,” ujarnya.

Dwi melanjutkan,kalau dirinya adalah satu-satunya Paslon dari kader NU yang saat ini menjabat sebagai bendahara NU Jatim. Di tengah rundown kepada pendukungnya, para Masyayikh dan tokoh-tokoh Nadlatul ulama sudah merestuinya.

“Tokoh-tokoh ulama NU semua sudah merestui perjalanan kami, artinya panjenengan yang hadir di sini tidak sendiri, banyak yang mensupport,”sambungnya.

Santernya isu polemik terkait perpecahan partai besar berlambang bulan bintang di Pilkada serentak tahun ini pihaknya berpesan untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu yang beredar.

“Ada 4 poin untuk menanggulangi isu yang tidak jelas tersebut,mensucikan hati, berpikir positif, Kita harus berbahasa positif : kalau ada berita hoax di hapus saja, bertindak positif,”pungkasnya.(Irw)

Baca:  Cegah Covid-19, Rencana Demo Omnibus Law Ditunda