Petani Desa Kalanganyar, Lamongan Buka Lahan di Rawa untuk Tanam Buah

 LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Dalam memenuhi kebutuhan pangan yang kian hari semakin meningkat, tantangan yang harus dilewati pada masa yang akan datang tidak hanya pada upaya peningkatan produk tetapi juga harus mempertimbangkan keberlangsungan yang berkaitan dengan kelestarian alam. Tantangan ini mampu dijawab dengan mengoptimalkan penggunaan lahan yang belum dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian yang produktif. Seperti yang dinamakan lahan tidur, lahan ini biasanya masih berupa lahan yang hanya ditumbuhi oleh tumbuh-tumbuhan yang tidak produktif seperti semak belukar maupun alang-alang.

Tapi bagi masyarakat Desa Kalanganyar, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, lahan tidur yang berupa rawa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menanam buah sunrise dan timun mas. Rawa yang masuk dalam wilayah tiga desa yakni Desa Bugoharjo, Kecamatan Pucuk, Desa Sungegeneng, Kecamatan Sekaran serta Desa Kalanganyar sendiri akhir-akhir ini banyak diminati oleh masyarakat tiga desa tersebut untuk membuka lahan pertanian saat memasuki musim kemarau.

Baca:  Melalui FGD, Kapusjianstra TNI : Penyiapan Postur TNI Di Kalimantan Timur

“Mereka yang menggarap lahan tersebut harus bersedia membuka lahan sendiri dengan cara membersihkan semak belukar yang tumbuh” kata Ilman Sholeh (49), salah satu perangkat desa setempat saat ditemui Kanalindonesia.com, Kamis (29/10/2020).

Lebih lanjut Ilman menjelaskan bahwa Petani Desa Kalanganyar baru dua tahun terakhir ini mereka bercocok tanam di lahan rawa tersebut. Mereka menanam sunrise, melon dan timun mas yang cocok ditanam di lahan yang kering. Kebutuhan airnya pun sangat cukup dan bahkan lebih karena rawa tersebut masih dikelilingi air.

Petani Desa Kalanganyar mayoritas petani tambak, setelah panen ikan mereka menanam padi di lahan tambaknya. Sehingga untuk beralih di lahan garapan lain mungkin mereka tidak akan memiliki waktu apalagi menanam tanaman yang membutuhkan perhatian khusus seperti sunrise, melon dan timun mas. Akan tetapi beberapa petani muda mencoba peruntungan baru dengan cara membuka lahan rawa untuk menanam buah tersebut.

Baca:  Dishub : Kompresor Klakson dan Rem Jadi Satu, Bisa Sebabkan Rem Blong

“Tahun kemarin ada 3 orang petani dengan luas garapan 3 hektar saja. Sedangkan sekarang 15 orang dengan 12 hektar lahan yang dikerjakan,” terang Ilman.

Sementara itu Farid (38), salah satu petani yang menggarap lahan rawa merasa sangat berutung dari hasil panennya tahun ini. Dia mengatakan bahwa petani buah di rawa Desa Kalanganyar ini menanam buah sunrise, melon dan timun mas diakhir musim hujan. Sehingga ketika memasuki musim kemarau awal mereka sudah panen berkali-kali.

“Hujan yang turun kemarin diluar perkiraan kami, petani buah di wilayah Kecamatan Karanggeneng yang lain banyak yang rugi karena saat itu tanaman mereka masih berbunga dan ada yang sudah berbuah tapi masih kecil,” terang Farid.

Baca:  Kementan: Pupuk Sangat Cukup, Ingatkan Pemda Segera Percepat Realisasi

Sebelum hujan awal bulan Oktober kemarin, terang Farid, Petani buah di Desa Kalanganyar sudah panen beberapa kali. Penjualannya ada yang melalui online, dibawa ke pasar langsung serta ada yang melalui tengkulak. Bahkan beberapa konsumen pun mulai datang dan ingin mengenal buah hasil dari petani Desa Kalanganyat tersebut.

Ketika ditanya keuntungannya, Farid enggan menjawab. Dia hanya tertawa sembari berlalu. “Kami sangat berharap, untuk tahun depan kami bisa menanam kembali tanaman tersebut dengan lebih baik serta hasilnya juga baik,” kata Farid. (omdik_Kanalindonesia.com)