Berburu Ikan Cupang di Gembrong Baru

Ketua Jakarta Cupang Project Community Prihardi Saputra bersama Immanuel Prabowo selaku Pimpinan Manajemen Pasar Seni Gembrong Cipinang Besar saat melihat ikan Cupang pada pameran dan bazaar Cupang di Gembrong Baru, Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (16/11/2020).

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Selain tanaman hias, aktifitas yang dilakukan banyak orang di rumah di masa pandemi Covid-19 adalah memilihara ikan Cupang. Melihat peluang tersebut, sebuah pusat perbelanjaan ibukota PD Pasar Jaya Gembrong Baru yang berlokasi di Jatinegara, Jakarta Timur, mengadakan “Pameran dan Bazaar Cupang” yang diselenggarakan sejak tanggal 30 Oktober hingga 30 Nopember 2020.

Kader Tarigan, Kepala Pasar Cipinang Besar Selatan mengatakan dirinya mengapresiasi terselenggaranya pameran dan bazaar Cupang di Gembrong Baru, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Saya mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Jangan lupa mengikuti protokol kesehatan yakni memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Saya tidak ingin ada klaster baru Covid-19 di Gembrong Baru ini,” kata Tarigan di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Sementara itu, Pimpinan Manajemen Pasar Seni Gembrong Cipinang Besar (dikenal Gembrong.Baru), Immanuel Prabowo mengungkapkan pameran dan bazar Cupang diadakan atas permintaan masyarakat yang ingin membeli dan mengkoleksi atau sekedar melihat ikan Cupang serta sebagai wadah bagi penjuai dan komunitas Cupang untuk menjual atau bertemu sesama komunitasnya.

Baca:  Lelang Lukisan Perjuangan Jatim
Foto bersama

Menurutnya, event ini terselenggara atas kerjasama dengan komunitas Jakarta Cupang Project Community (JCP) yang berisi ratusan penghobi dan penjual Cupang di wilayah kota Jakarta.

“Ada permintaan dan ada barang. Kami hanya sebagai wadah atau tempat saja. Awalnya kami buka 25 stan, karena banyaknya permintaan dari para pedagang maka kami sampai saat ini sudah terisi sekitar 100 stan. Total stand atau kios di Gembrong Baru ini ada sekitar 300, dimana sudah diisi sekitar 100 dari aneka pedagang seperti pedagang mainan anak, pedagang seni lukis, pedagang barang antik, cafe and resto, dan lain sebagainya,” ungkap Immanuel Prabowo yang akrab disapa Manu.

Ia berharap melalui pameran Cupang, tempat pasar yang dipimpinnya ini menjadi ramai sehingga akan menambah pemasukan pedagang dari pengunjung yang hadir.

Baca:  DPW Papua Partai Berkarya Siap Tempur di Pemilu 2019

“Semenjak pandemi Covid-19 pengunjung sangat berkurang yang berdampak pada pemasukan para pedagang. Semoga dengan adanya pameran dan bazaar Cupang ini membuat pasar lebih maju lagi dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Kami tidak memberi target penjualan dan tidak mengenakan pajak penjualan Cupang yang dibeli masyarakat,” kata Manu.

Ditambahkan oleh Prihadi Saputra selaku Ketua Jakarta Cupang Project Community (JCP) bahwa pameran dan bazaar Cupang menampilkan aneka ragam ikan Cupang dengan corak dan jenis dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara.

Selain itu, untuk menambah animo masyarakat datang, pihak penyelenggara juga mengadakan lelang Cupang dan doorprize diiringi live musik serta tersedia kuliner dan kopi di cafe and resto sebagai tempat transaksi Cupang.

Ikan Cupang jenis Avatar terjual Rp 1,8juta di event pameran dan bazaar Cupang di Gembrong Baru, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Harga Cupang mulai dari Rp 20ribu hingga jutaan rupiah. Di event ini sudah banyak yang laku, diantaranya Cupang jenis Avatar laku Rp 1,8juta. Harga Cupang jenis Avatar ini berkisar Rp 2juta sampai Rp 9juta,” ungkap Prihadi.

Baca:  Cegah Abrasi, Danjen Kopassus Bersama Gubernur DKI Jakarta Tanam 3000 Tanaman Akar Wangi

Ia menjelaskan beberapa jenis Cupang yang ada di event ini antara lain Cupang Serit, Halfmoon, Cupang Sawah, Cupang Sawah, Cupang Aduan Plakat, Cupang Fancy, Cupang Surga, Cupang Emas, Cupang Slayer, dan lain-lain.

“Biasanya para kolektor untuk mendapat Cupang bagus itu dengan mengawinkan Cupang jenis berbeda agar bibitnya bisa memiliki warna dan sirip berbeda. Makin cantik warnanya dan siripnya bagus maka makin mahal pula harganya,” jelasnya.

Prihadi menuturkan pihaknya juga mengadakan lomba kontes kecantikan Cupang.

“Penilaian kami berpatokan umum-umum saja seperti melihat dari warnanya dan siripnya indah. Untuk Cupang jenis Plakat buntutnya pendek,” tuturnya mengakhiri. @Rudi