Direktur Eksekutif Fokalita: Debat Kedua Berkualitas, Tapi Perlu Kejujuran

Teguh Wiyono

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Debat kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada Ponorogo tahun 2020 yang diselenggarakan KPU Ponorogo di Gedung Sasana Praja, Kamis (19/11/2020) berlangsung seru.

Masing-masing Paslon saling memperdalam visi misi, program kerja dan saling sanggah menyanggah.

Hal ini mengundang perhatian Direktur Eksekutif Fokalita (Forum Kajian Lintas Akademik) Ponorogo, Teguh Wiyono, SE. ME., mantan Komisioner Divisi Hukum KPU Ponorogo 2014-2019, yang juga anggota Divisi Advokasi dan Kebijakan Publik JaDI (Jaringan Demokrasi Indonesia) Jawa Timur 2020-2025.

“Dari ketiga subtema yang ada, semua sama-sama penting bagi masyarakat. Baik itu subtema meningkatkan pelayanan masyarakat, menyelesaikan persoalan daerah, maupun subtema kebijakan dan strategi pencegahan dan pengendalian Covid-19,”ucapnya.

Baca:  Berebut Lahan Garam Seluas 21 Hektare, Dua Kelompok Massa di Pamekasan Nyaris Bentrok

Pria yang akrab dipanggil Tewe ini mengatakan,” namun di atas semua itu, dibutuhkan kejujuran masing-masing Paslon dalam menyajikan data. Kemenarikan debat yang disajikan masing-masing Paslon menjadi bekurang nilai dan kualitasnya jika tidak disertai kejujuran. Karena rumusnya sederhana, kebohongan itu menuntut kebohongan-kebohongan berikutnya. Ini mestinya menjadi pantangan bagi calon pemimpin,” kata Tewe.

Lebih lanjut Tewe menguraikan,” misal data Paslon 02 tentang sudah ditiadakannya piala Adipura. Memang Paslon 02 benar, bahwa itu sudah tidak ada. Cuma peniadaan itu baru tahun 2020 ini. Artinya sejak 2016 sampai 2019 masih ada dan Ponorogo gagal mendapatkan, itu sebuah fakta yang mestinya diakui. Persoalan penyebabnya apa, silahkan diurai dan didiskusikan bersama dalam forum debat tersebut agar ditemukan solusinya,” tuturnya.

Baca:  Ketua dan Dua Anggota KPU Kota Jayapura Diberhentikan

Ditambahkan Tewe,“ termasuk pertanyaan Paslon 01 yang menyoal data jalan kategori rusak berat sepanjang 72.04 Km pada tahun 2015 dan berkurang menjadi 54.61 Km pada 2019, jika dirata-rata lima tahun memang cuma sekitar 3.48 Km per tahun. Jika Paslon 01 mengatakan itu bersumber dari visi misi Paslon 02 yang diambil dari website resmi KPU, mestinya tidak perlu buru-buru disangkal, baiknya dipastikan lebih dulu. Biar tidak ada penyesatan informasi kepada masyarakat, sekaligus bisa diluruskan jika itu ternyata keliru atau tidak benar. Hal yang sama juga berlaku bagi Paslon 01,” tambahnya.

Di sisi lain, Tewe berharap debat terakhir nanti masing-masing Paslon lebih siap dengan data dan melihatnya dengan kejujuran.

Baca:  Polisi Amankan Warga Guluk-Guluk di Warung Kopi

“Prinsipnya adu data itu penting, tapi kejujuran itu jauh lebih penting. Selain untuk memengaruhi pemilih, perlu ingat bahwa kampanye dalam bentuk debat itu merupakan wujud pendidikan politik yang mesti dilaksanakan secara tanggung jawab dan bersifat edukatif,” pungkasnya.

Sekedar informasi, dua debat antar Paslon sudah digelar KPU Ponorogo dari tiga yang direncanakan. Debat ketiga atau terakhir dijadwalkan pada tanggal 5 Desember 2020 nanti atau tepatnya hari terakhir masa kampanye.(tim)