Tak Terima Mobilnya Ditarik Leasing, Warga Menganti Gresik Ambil Paksa di Gudang Penyimpanan

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : PT. Anugerah Lelang Indonesia (SMARTBID) yang beralamat di pergudangan Ragam Jemundo B-08 Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, didatangi oleh enam orang tersangka Rabu (16/09/2020) lalu dengan tujuan untuk mengambil paksa mobilnya yang telah disita oleh leasing beberapa waktu lalu.

Mobil yang disita leasing tersebut adalah milik Debitur atas nama Fatkurrohman Dusun Bibis, Desa Beton, Kecematan Menganti, Kabupten Gresik.

Karena ada keterlambatan angsuran, Mobilio warna putih tersebut disita oleh leasing dan disimpan dalam gudang lelang.

Tak terima mobilnya disita, debitur mengajak enam orang temannya untuk mengambil paksa mobilnya dalam gudang penyimpanan.

“Intinya debitur ini tidak terima mobilnya di sita atas keterlambatan angsuran,” ucap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Ambuka Yudha Haedi Putra saat digelar pers rilis Jumat, Jum’at (20/11/2020)

Baca:  Mantabkan Kesiapan Pengamanan Pilkada dan PON XX Tahun 2020, Wakapolri Adakan Rakernis di Pusdik Sabhara Porong Sidoarjo

Berawal dari situ, lanjut Ambuka, debitur tidak terima, dan mengajak enam orang rekannya untuk nglurug gudang penyimpanan mobil itu,”sambungnya.

“Dengan cara menggertak dan mengancam pegawai leasing, pelaku berhasil membawa kabur mobilnya dengan cara mendorongnya keluar gudang, tapi accu mobil tersebut bermasalah,” tambahnya.

Dari catatan polisi keenam tersangka tersebut adalah: Fat (29) warga Dusun Bibis Beton Kecamatan Menganti, Gresik,CL(39) warga Barata Jaya 1/79Kel. Barata Jaya Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya Perum Palm spring Blok F 17 Surabaya, SE(29) Pakis 3/78 Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya; EHS(29), warga RT 002/ RW 001, Desa/ Kecamatqn Wringinanom, Gresik.

Dua orang melarikan diri, masih dalam tahap pengejaran oleh Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Baca:  Perumahan Kemiri Indah Deklarasikan kampung Tertib Lalu Lintas.

Dari kejahatan yang dilakukan tersangka kini polisi menyita sejumlah barang bukti yakni, 1 buah STNK mobil merk Honda Mobilio tahun 2017 Warna Putih; 1 buah kunci mobil merk Honda Mobilio tahun 2017 Warna putih; 1 buah gembok dengan merk HPP 60 mm warna putih dalam kondisi rusak; 1 lembar tanda terima dari PT. Anugerah lelang Indonesia atas unit mobil merk Honda Mobilio tahun 2017 warna putih Nopol W-1397-CU beserta kunci dan STNKnya, 1 lembar check unit Kendaraan mobil merk Honda Mobilio tahun 2017 warna putih Nopol W-1397-CU, 1 lembar berita acara serah terima kendaraan mobil merk honda mobilio tahun 2017 warna putih Nopol W-1397-CU .

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini keempat tersangka di jebloskan dalam jeruji besi tahanan Polresta Sidoarjo.

Baca:  Hendak Masuk Sidoarjo, Mobil Satu Keluarga ODP Covid-19 Dihentikan Petugas Check Point Porong

Dari perjalanan kasus yang menimpa tersangka, Fatkurrohman di jerat dengan pasal 368 KUHP atau pasal 170 KUHP atau pasal 335 KUHP. Karena sebagai otak terjadinya tindak pidana kriminal.

Dan tersangka yang lain, di jerat dengan pasal 368 KUHP atau pasal 170 KUHP atau pasal 335 KUHP Jo pasal 55 KUHP tentang pemerasan dan pengancaman. Karena turut serta melakukan perbuatan tindak pidana kriminal.