Musisi Agung Saget Kecewa Paslon Pilkada Depok Tidak Komitmen Bangun Gedung Kesenian Depok

Gedung Kesenian Depok yang.berlokasi di Jalan Abdul Wahab RW.3 Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Kota Depok selama.lebih dari 12 tahun dibiarkan mangkrak.

DEPOK, KANALINDONESIA.COM: Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok akan dilaksanakan tanggal 9.Desember 2020. Pasangan Mohammad Idris – Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna – Afifah Alia bersaing menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kota Depok periode 2021 – 2024.

Namun, bagi musisi Agung Saget kedua paslon tersebut tidak mempunyai komitmen membangun Gedung Kesenian Depok yang sangat diidam-idamkan seniman kota Depok.

Oleh karena itu, dirinya mengikuti jejak penyair Tora Kundera menyatakan sikap tidak mendukung kedua paslon di pilkada Depok 2020 karena tidak ada yang mau komitmen membangun Gedung Kesenian Depok.

“Saya kecewa terhadap kedua pasangan calon di Pilkada Depok 2020 ini tidak ada satupun mempunyai komitmen membangun Gedung Kesenian Depok,” ujar Agung dalam pernyataan pers di Depok, Sabtu (21/11/2020).

Baca:  Cegah Covid 19, Dandim 0505/JT bersama Muspiko Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Wilayah Jakarta Timur
Musisi Agung Saget saat menjadi drummer di sebuah acara musik blues di kota Depok.

Agung mengungkapkan hampir lebih dari dua belas tahun, gedung kesenian Depok dibiarkan mangkrak.

Menurutnya, sudah dua walikota memimpin di Depok, tapi bangunan yang berada di Jalan Abdul Wahab RW.3 Kelurahan/Kecamatan Sawangan, Kota Depok kini hanya kerangka dan kondisinya sudah berlumut.

Dan, bangunan itu  pun belum terlihat sedikitpun menyerupai gedung kesenian. Dengan kata lain seniman Depok tidak pernah difasilitasi gedung kesenian oleh pemerintah kota Depok.

“Lima tahun lalu itu-itu juga orangnya dan gak punya komitmen bangun gedung kesenian, dan sekarang calonnya cuma itu-itu juga,” kata Agung Saget bersama seniman Depok memprakarsai berdirinya Forum Seniman Depok.

Ia menjelaskan, seniman Depok tidak pernah mendapatkan tempat dan selalu diabaikan oleh pemerintah kota. Janji janji peduli pada kebudayaan, katanya,  adalah omong kosong belaka.

Baca:  Sang Kebo Ketan Seni Berkisah Tentang Alam Sebagai Khasanah Budaya

Padahal melihat sejarah dan perjalanan Kota Depok, seniman depok memiliki kualitas dan mampu berprestasi mengharumkan secara nasional hingga kancah internasional.

“Semua orang tahu bahwa Depok memiliki banyak seniman mulai dari generasi terdahulu WS Rendra sampai generasi selanjutnya Wilem Matakena, Ranie Klees, Heri Gongku ,Djaya Kasawilaga, Uyung Mahagenta, Tora Kundera, Bongq Marcel, Wawan Larasati, Doddy Katamsi, Baas Ayodyapala, Ginanjar 4Sekawan, Andi Malewa dan masih banyak lagi,” kata Agung seniman musik pernah di grup band Gugun and The BluesBug dan additional drummer Dbluesbuster.

Seniman Depok mendambakan berdirinya Gedung Kesenian Depok agar bisa berkreasi.

Agung menambahkan, jangankan menjamin kesejahteraan, memfasilitasi seniman depok untuk berkaryapun jauh sekali dari sentuhan Pemkot Depok. Sehingga wajar jika para seniman Depok curiga bahwa kesenian hanya dijadikan proyek hura hura semata.

Baca:  Masjid Al Hidayah Bedahan Salurkan Bantuan Rp 36.400.000 kepada Yatim, Janda dan Dhuafa

“Yang penting cair dan jadi gedung walaupun rangkanya saja. Dimana permasalahanya? Tidak ada anggaran? atau tidak adanya perhatian? masih menjadi misteri,” ucap musisi senior di Depok ini geram.

Agung berharap melalui wadah Forum Seniman Depok agar seluruh seniman di kota Depok bersatu menuntut perhatian Pemkot Depok untuk meneruskan kembali pembangunan Gedung Kesenian Depok yang mangkrak selama lebih dari 12 tahun.

“Siapapun pemenangnya di Pilkada Depok tanggal 9 Desember 2020, kami menuntut perhatian pemerintah kota Depok untuk memfasilitasi para seniman Depok agar bisa berkaya dengan membangun Gedung Kesenian Depok. Sudah lebih dari 12 tahun kami dibohongi, kali ini tidak akan terjadi lagi,” pungkas Agung Saget. @Rudi