Wakapolda Jatim Dampingi Gubernur Pimpin Apel Darurat Bencana di Makodam V Brawijaya

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo bersama Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto dampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar apel siaga darurat bencana hidrometeorologi dan pengamanan Pilkada serentak tahun 2020 serta meningkatkan persatuan dan kesatuan segenap komponen bangsa di wilayah Jawa Timur di Lapangan Makodam V/Brawijaya, Senin (23/11/2020).

Dalam memimpin apel, Khofifah menyampaikan kepada semua pihak agar tanggap bencana, mengingat kini di bulan November memasuki musim hujan. Dimana sewaktu-waktu bisa terjadi hampir seluruh wilayah di Jawa Timur.

“Secara Geografis, Demografis Jawa Timur termasuk wilayah yang memiliki cuaca kerentanan berpotensi bencana alam. Termasuk faktor alam maupun faktor manusia, maka kebersamaan untuk melakukan berbagai penanganan dengan baik harus dilakukan sinergitas dengan kolaborasi serta komitmen yang kuat,” terang Khofifah dikutip Kanalindonesia.com saat sambutannya gelar apel darurat bencana di Lapangan Makodam V/Brawijaya, (23/11).

Baca:  Wisata Air Terjun Telunjuk Raung

Pantauan dilokasi kegiatan apel siaga darurat bencana juga diikuti oleh Sekda Provinsi Jatim, OPD Provinsi Jatim, BPBD Kabupaten/Kota se Jatim serta anggota jajaran TNI/Polri. Sementara itu yang bertindak sebagai Komandan Apel adalah Kombes Pol I Ketut Gede Wijatmika, selaku Dansatbrimob Polda Jatim.

Menurut Gubernur, potensi bencana di Jatim diprediksi akan terjadi pada bulan Desember sampai bulan Februari tahun depan 2021. Selain itu setiap terjadi bencana alam berisiko terhadap peningkatan kemiskinan, maka dari itu dampak sosial ekonomi akibat Covid-19 sudah dilakukan recovery bersama sama serta penanganan akibat dampak hedropologi bisa lebih di maksimalkan yang kuat.

“Diprediksi bencana alam bisa terjadi pada tiga bulan kedepan, mulai Desember, Januari dan Februari. Sehingga semua pihak harus tetap waspada terhadap bencana yang setiap saat bisa terjadi,” katanya.

Baca:  Gara-gara Ditegur Parkir, Koboi Todongkon Pistol, Koramil Taman Sari Langsung Bekuk Bersama Mitra Jaya

Khofifah menambahkan, di seluruh wilayah di Indonesia akan melaksanakan Pilkada serentak 2020, termasuk 19 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, pada tanggal 9 Desember 2020. Sesuai Kebersamaan kita, Kesatuan kita dan Komitmen kita bersama, ia inginkan bersama sama menjaga agar pilkada berjalan aman dan demokratis.

Sesuai dengan arahan dari Presiden Republik Indonesia, dari Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri Dalam Negeri, agar ASN dan TNI/ Polri netral dalam pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang.

“Sesuai dengan arahan pak presiden Ir. Joko Widodo, di Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Seluruh ASN, TNI/Polri harus netral. Tidak ada keperpihakan terhadap pasangan calon baik Walikota/Bupati,” ucap Khofifah.

Pilkada serentak ini berlangsung disaat Pandemi Covid-19 belum berhenti penyebarannya, maka bagaimana masyarakat bisa menggunakan hak pilih pada pilkada, kita juga mengajak seluruh elemen penyelanggara pemilu, KPU, Bawaslu serta partai pengusung dan kandidat serta masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat jangan sampai ada klaster pilkada.

Baca:  Demo Tolak Pendirian Pabrik Gula, 20 Anggota DPRD Mubar Kompak Keluar Daerah

“Saat pilkada serentak pada 9 Desember 2020, berlangsung diassa pandemi Covid-19, sehingga kita semua harus bersama sama menjaga protokol kesehatan, agar tidak ada klaster pilkada. Agar semua bisa berjalan dengan baik dan aman,” pungkasnya. Ady